Sebarkan berita ini:
Neta S Pane Ketua Presidium Indonesia Police Watch

SEMARANG[SemarangPedia] – Kasus dugaan pengemplangan pajak dan prostitusi yang dilakukan oleh management Zeus Karaoke, yang ditangani Polrestabes Semarang hingga saat ini masih terkesan jalan ditempat, karena sudah dua bulan berjalan Polisi belum menemukan titik terang.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane dalam keterangan resmi mengatakan mendukung penuh upaya Kepolisian dalam membongkar kasus penggelapan pajak yang dilakukan para pengusaha, terutama pengusaha tempat hiburan.

“Namun, jika Polisi sudah melakukan pengusutan terhadap sebuah kasus dugaan penggelapan pajak dan kemudian menghentikan penanganan kasusnya, seperti yang dilakukan penyidik Polrestabes Semarang terhadap Karaoke Zeus, ini menjadi tanda tanya. Sikap Polrestabes Semarang ini patut menimbulkan kecurigaan publik,” ujarnya Neta, Rabu (5/9).

Menurutnya, IPW akan mendesak Kapolda Jateng segera turun tangan dan memerintahkan pengambilalihan Kasus Zeus dari Polrestabes Semarang dan segera menuntaskan kasusnya.

“Selain itu, Kapolda harus memerintahkan Propam memeriksa Kasat Reskrim, Kanit Tipikor dan Kanit PPA dan semua penyidik yang  menangani kasus tersebut, agar didapat hasil yang transparan kenapa kasus itu tidak berlanjut,” tutur Neta.

Neta menuturkan mengingat semakin sulitnya keuangan negara, seharusnya pihak Kepolisian bekerja serius dalam menangani kasus-kasus dugaan penggelapan pajak. Sikap penyidik yang bermain-main dalam menangani kasus dugaan penggelapan pajak sama artinya tidak mendukung kebijakan pemerintah

“Jika memang Polisi sudah mendapat bukti-bukti penggelapan pajak dalam kasus Zeus Karaoke yang berlokasi di Gajah Mungkur Semarang ini, Polda harus segera menahan pemilik Zeus Karaoke  dan meminta Pemkot Semarang  menutup tempat hiburan tersebut,” ujarnya.

Menurut Neta, pajak adalah sumber pendapatan negara, jika ada pengusaha yang menggelapkan pajak ini adalah sebuah kejahatan terhadap negara dan Polisi tidak boleh membiarkannya.

“Dalam kasus Zeus Karaoke, selain dugaan penggelapan pajak,  Polda Jateng juga harus mengusut tuntas dugaan prostitusi yang saat ini kasusnya juga ditangani Polrestabes Semarang. IPW mendukung langkah tegas yang diambil Kapolda Jateng untuk menuntaskan kasus di Zeus ini,” tutur Neta.

Sementara itu, Koordinator Gempar Jateng Widjayanto mengatakan Pemkot Semarang melalui Sekda Kota Semarang telah melayangkan surat resmi, untuk meminjam barang bukti yang telah disita Polrestabes Semarang dalam kasus penggelapan pajak.

“Surat yang dikirim ke Polrestabes Semarang sebagai bukti keseriusan Pemkot dalam menguak kejahatan penggelapan pajak yang dilakukan Zeus Karaoke dan sudah selayaknya Polisi segera meresponnya demi penegakkan hukum,” tutur Widjayanto.

Menurutnya, kalau Polisi keberatan meminjamkan barang bukti tersebut, Polisi juga harus melayangkan surat keberatan karena Pemkot telah melayangkannya secara tertulis.

“Ini kan demi penegakkan hukum sebagai tugas-tugas negara harus ada kepastian, saya kira Polisi juga menyadari kalau pengemplangan pajak tidak mutlak ditangani Polisi, karena itu ranahnya PPNS, jadi nggak usah lama-lama mengabulkan permohonan itu,” ujar Widjayanto. (RS)

62
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>