Sebarkan berita ini:

28-gubernur-apelSEMARANG[SemarangPedia] – Jajaran Polda Jateng kembali menggelar Apel Gelar Pasukan pangamanan, sebagai persiapan untuk penjagaan ketat dan sekaligus mengantisipasi unjuk rasa yang akan digelar 2 Desember 2016 mendatang.

Apel pasukan Polda Jateng yang digelar di Lapangan Pancasila, Simpanglima Semarang, Senin (28/11), diikuti ribuan personel dari berbagai fungsi di kepolisian dan TNI serta kepala daerah.

Mereka disiagakan untuk mengantisipasi segala kemunginan yang bisa terjadi saat unjuk rasa terjadi pada 2 Desember mendatang.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mengatakan tidak menutup kemungkinan aksi unjuk rasa Desember mendatang akan mengganggu ketertiban umum serta melanggar hukum, sehingga perlu adanya upaya pembubaran.

Menurutnya, pasukan disiapkan hampir dua pertiga darin total pasukan yang ada, baik dari jajaran Kepolisian maupun TNI di wilayah Jateng. Pengamanan akan dilakukan dengan proaktif, humanis, dan simpatik sepanjang unjuk rasa berlangsung.

“Jika sudah mendesak, petiugas tetap akan menhindari penggunaan peluru tajam, namun lebih meng utamakan penggunaan tangan kosong, gas air mata, atau water canon,” ujarnya.

Dalam apel gelar pasukan kali ini, Polda Jateng juga menyampaikan maklumat yang berisi beberapa poin di antaranya boleh dilakukannya unjuk rasa, namun di daerah masing masing.

Maklumat yang dibacakan Kapolda Irjen Pol Condro Kirono juga menyebutkan unjuk rasa pada 2 Desember mendatang boleh dilaksanakan, namun hanya di wilayah kabupaten/kota masing-masing di Jawa Tengah, dengan waktu yang diberikan  izin mulai pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB.

Selain itu, orasi unjuk rasa, masyarakat wajib bertanggung jawab menghormati hak-hak kebebasan orang lain, mematuhi hukum dan tidak mengganggu ketertiban umum.

“Masyarakat juga dilarang membawa senjata api, pemukul atau benda yang membahayakan orang lain, karena bisa dijerat hukum,” tuturnya.

Bahkan, dia menambahkan bagi pemberian fasilitas yang menimbulkan tindak pidana juga bisa dikenai sanksi sesuai perundang-undangan yang berlaku. Penggunaan sarana transportasi untuk unjuk rasa juga harus sesuai dengan trayek, dan peruntukannya sesuai undang-undang lalu-lintas.

Apel pasukan pengamanan unjuk rasa 2 Desember itu dilaksanakan dengan tiga irup sekaligus terdiri nu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Kapolda Jateng Kapolda Irjen Pol Condro Kirono dan Pangdam IV/ Diponegoro Mayjend TNI Djaswadi. (HN/RS)

139
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>