Sebarkan berita ini:

1-Lahan SengketaSEMARANG[SemarangPedia] – Polda Jawa Tengah mulai menindaklanjuti atas laporan dugaan tindakan pengrusakan dan penguasaan lahan yang dilakukan Kasbolah warga Kandeman, Kabupaten Batang dan PT Bumi Redjo, dengan memasang police line atau garis polisi di lokasi lahan di jalan raya Batang, Jateng.

Kuasa Hukum Pelapor, Dedi Suwasono mengatakan kasus itu bermula saat pemilik tanah Herman Santoso, warga Semarang mengetahui lahan miliknya seluas 4,4 hektare di Desa Kandeman, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang sebagian 1,3 hektare dikuasai oleh Kasbolah dan PT Bumi Rejo.

Mengetahui hal itu, Santoso melaporkan dugaan tindak pidana melanggar ketentuan Pasal 406 dan 385 ayat 4e KUHP di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Jateng pada Kamis, 20 November 2014 berdasarkan laporan polisi No.LP/B/417/XI/2014/JATENG/Reskrimum, atas nama pelapor Herman Santoso.

Laporan polisi tersebut dalam angka 1 di atas didasarkan atas adanya fakta hukum tindakan pidana oleh Kasbolah mantan lurah Kandeman dan PT Bumi Redjo berupa, pengrusakan, pengolahan, penebangan sejumlah pohon sengon, penyewaan, perataan tanah, penghancuran, penguasaan dan pendirian baching plant.

Tindakan itu, lanjutnya, dilakukan di atas tujuh bidang milik Santoso beserta segala sesuatu yang berada dan beberapa pohon senhon tertanam di atasnya seluas sekitar 44.700 meter persegi atau 4,47 hektare.

Selaku kuasa hukum pelapor, Dedi meminta Polda Jateng untuk menindaklanjuti segera perkara tersebut, meski sebelumnya telah dilakukan gelar perkaran tiga kali. Bakan Polda Jateng telah memanggil Kasbolah beberapa kali, namun yang bersangkutan mangkir tidak pernah datang memenuhi panggilan hingga aparat Polda Jateng menetapkan Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Pada Selasa, 30 Agustus lalu aparat Polda telah memasang garis polisi (police line) di lokasi lahan HM milik Herman Santoso itu,” ujarnya, Kamis. (1/9)

Dalam proses pemasangan garis polisi, dia menambahkan tidak ada perlawanan dari terlapor. Namun demikian, pihak kepolisian meminta saksi di antaranya kepala RT setempat dan perwakilan dari PT Bumi Redjo.

Menurut Dedi, pemasangan garis polisi dipimpin langsung Kasubdit 2 Direskrimum Polda Jateng, AKBP Joko Cahyono beserta anggotanya, sebagai langkah penyelidikan dan penyidikan.

“Kami di lokasi hanya mengawasi prosesi pemasangan garis polisi. Yang di pasang garis polisi, pintu masuk dan bagian depan,” tutur Dedy.

Dalam kesempatan terpisah, Santoso meminta kepada aparat kepolisian untuk bertindak cepat dalam penanganan kasus tersebut. Pihaknya mengatakan atas pelaporan itu juga telah dilakukan gelar perkara sebanyak tiga kali.

“Saya ingin kasus itu cepat selesai. Jangan sampai berlarut larut. Dan saya minta tidak ada yang ‘masuk angin’ dalam kasus ini,” ujarnya.

Santoso menuturkan lahan miliknya seluas itu hasil pembelian sekitar sepuluh tahun lalu dan telah ditanami beberapa pohon di antaranya jenis sengon, albasia, pisang dan sejenisnya. Namun, tiba- tiba diketahui pada 2014 telah diserobot dan dirusak, bahkan disewakan oleh Kasbolah kepada PT Bumi Redjo untuk pendirian pabrik.

 

327
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>