Sebarkan berita ini:

25-galian-cSEMARANG[SemarangPedia] – Polda Jateng menutup tiga lokasi usaha galian C di tempat yang berbeda di wilayah Jawa Tengah karena tidak memiliki izin.

Tiga wilayah itu meliputi Banyumas, Kebumen dan di Dusun Sukabumi, Dusun Sukabumi, Kecamatan Cepogo, Boyolali dengan total lahan mencapai belasan hektare dan usaha galian C di wilayah itu tertangkap tangan saat sedang melakukan aktivitas penambangan illegal tanpa ijin.

Ketiga usaha galian C tertangkap terpisah karena tidak memiliki ijin aktivitas penambangan lahan di masing-masing daerah.

Dari  kegiatan penambangan ilegal di tiga lokasi ini sudah dilakukan rata-rata lebih dari tiga bulan. Dari ketiga lokasi, paling lama di wilayah Kebumen dengan perkiraan lebih dari tiga tahun, sedangkan luas galian C mulai dari empat hingga enam hektare.

Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jateng, AKBP Ferry Irawan mengatakan penutupan tiga lokasi galian C ilegal tersebut, karena aktivitasnya tidak memiliki izin usaha pertambangan(IUP) Eksplorasi, sehingga petugas Kepolisian melakukan upaya penertiban dengan cara penyegelan dengan alasan tambang ilegal.

“Rata-rata, tambang ilegal di Jawa Tengah itu perizinannya telah mati. Untuk mengurusnya harus ke tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sekarang ini, untuk di Kebumen dan Banyumas, barang bukti ekskavator dimankan di kantor ESDM Purworejo. Untuk di Boyolali, dititipkan di Polsek Cepogo, lereng Merapi,” ujarnya, saat gelar perkara Jumat siang. (25/11)

Hasil penambangan, lanjutnya, dengan jenis pasir dijual seharga Rp600.000, batu dijual Rp250.000.

Usai melakukan pemeriksaan secara intensif, tiga pemilik usaha di tiga lokasi yang berbeda Ditreskrimsus Polda Jateng menetapkan sebagai tersangka. Namun, para tersangka yang ditangkap tidak dilakukan penahahan dengan alasan kooperatif dengan penyidik.

Pelaku dalam melakukan tambang ini rata-rata dikelola sendiri dan dijual untuk pembangunan. Namun, hingga saat ini, pihaknya belum menemukan kasus adanya pembangunan yang menggunakan bahan dari galian C ilegal.

Ke depan Polda Jateng akan berkoordinasi dengan Dinas dan Pemerintah setempat terkait perijinan. Jika tidak ada ijin maka akan dilakukan penindakan terhadap para pelaku penambangan illegal.

Selain tiga tersangka polisi juga menyita sejumlah alat eksavator, breeker (pemecah batu), dan truk, yang digunakan untuk melakukan penambangan sebagai barang bukti, di antaranya berupa alat berat dan truk.

Menurutnya, untuk alat berat tidak dibawa ke Semarang karena kendala transportasi, sedangkan barang bukti truk disita di kantor Ditreskrimsus untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Ketiga tersangka penambang ilegal di tiga wilayah,  melanggar undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang mineral dan batubara, dengan ancaman hukuman 10  tahun penjara dengan denda Rp10 milyar. (HN/RS)

316
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>