Sebarkan berita ini:

28-Daging Ilegal1SEMARANG[SemarangPedia] – Petugas Gabungan Polrestabes Semarang, bersama Dinas Pertanian Kota Semarang berhasil mengamankan ratusan kilogram daging sapi berkadar air melebihi batas ketentuan dan tidak berijin.

Sebanyak 250 kilogram daging sapi asal Boyolali, ditemukan petugas gabungan dalam razia mendadak di pasar Kranggan, Semarang, Selasa pagi (28/ 6)

Selain daging sapi, petugas juga mengamankan pedagang daging sapi ,Herlina Kusuma (42) warga Jalan Blok H, Tuntang, Salatiga, dan sang sopir mobil Muklis (31) warga Boyolali.

Herlina mengaku daging sapi yang diperdagangkan diambilnya dari daerah Boyolali, sebanyak 250 kilogram, selanjutnya, ketika sampai di Semarang, dia mengambil daging sapi kembali di daerah MAJT.

“Saya hanya nurutin kemauan konsumen yang maunya daging basah, kalau daging kering pada enggak mau, satu kilogramnya saya jual Rp95,000 per kg,” ujarnya

Daging sapi rencanannya akan diedarkan di sejumlah pasar tradisional di Kota Semarang, Namun, keburu disita dan diamankan petugas setelah mengetahui sebagian daging yang dijual Herlina tidak dilengkapi surat-surat.

“Pedagang ini menjual daging sapi yang tidak sesuai dengan muatan di surat ijin edar yang mereka mempunyai 65 Kilogram (Kg) daging sapi ada Surat ijin edar , sementara sisanya 135 Kg tidak ada surat dan diduga illegal”, tutur Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP. Djoko Julianto saat gelar perkara

28-Daging Basah1Djoko Julianto  mengatakan pihaknya masih akan berkoordinasi dengan dinas terkait tentang kesehatan daging yang dijual oleh Herlina. Apakah daging sapi ini benar daging sapi oplosan atau bahkan daging sapi glonggongan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Rusdiana menjelaskan, kondisi fisik daging yang dijual pelaku ini dalam keadaan basah. Dari pemeriksaan awal, presentase kandungan air di dalam daging itu di atas 70%.

“Kalau daging normal harusnya 60%-70%, jika ini dagingnya basah lebih dari 70%. Tapi untuk memastikan ini glonggongan atau tidak masih akan kita periksa lagi,” ujarnya

Menurutnya, untuk pelanggarannya pedagang sapi hanya di kenakan mengenai barang bawaan, dalam artian bahwa daging sapi yang di jual tidak cocokdengan surat yang di bawa.

“Terkait pelanggaran, pedagang sapi jelas melanggar perda Kesehatan Hewan dan Kesehatan Hewan Peternakan No.6 tahun 2007”, tutur Rusdiana. (HN/RS)

 

 

128
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>