Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Semarang berhasil menangkap seorang pengedar Sabu dan Inex saat sedang berada di sebuah hotel di kawasan Gajahmungkur Semarang, Rabu (8/8) sekira pukul 12.30  WIB.

Pelaku ditangkap usai mengambil sabu seberat 165 gram dan 53 pil Inex yang disimpan di bawah kasur kamar hotel tersebut

Kapolrestabes Semarang, Kombes Abiyoso Seno Aji mengatakan seorang pengedar narkoba itu dibekuk, atas nama Eliya Nurma (36) warga Plombokan, Semarang Utara. Pelaku ditangkap di sebuah lobi hotel mewah dan barang bukti disita berupa sabu seberat 165 gram dan 53 butir pil ekstasi.

“Pelaku ditangkap usai mengambil barang tersebut yang disimpan di bawah kasur kamar hotel, ini tergolong modus baru,” kata Abi saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Kamis (9/8).

Menurutnya, pelaku yang sudah menjadi pengedar sabu sejak 7 bulan yang lalu ini, dalam dua minggu mendapat kiriman sabu seberat 500 gram dari seorang bandar berinisial K. Dari 500 gram tersebut dibagi 300 gram diletakan di alamat sesuai perintah K, dan 200 gram diedarkan pelaku sendiri.

“Dalam pengedarannya dengan ditaruh di kamar sebuah hotel, lalu kunci kamar dititipkan di front office, dengan alasan kunci akan diambil seseorang, kemudian orang tersebut mengambil barang tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polrestabes Semarang, AKBP Sidik Hanafi menuturkan pelaku membeli sabu dari K seharga Rp 750.000 tiap gram, kemudian sabu dijual lagi setiap satu gram seharga Rp 870.000, sehingga dalam satu bulan dengan mengedarkan sabu 400 gram, pelaku bisa untung sebesar Rp48 juta.

“Dalam kurun waktu  slama tujuh bulan, pelaku sudah mendapat kiriman sebanyak 14 kali,” ujarnya.

Menurutnya, modus pengedaran sabu melalui kamar hotel ini tergolong motif baru. Bahkan modus ini digunakan karena pola lama dengan menaruh barang di jalanan sudah tidak aman.

“Pengakuan pelaku, cara lama sudah tidak aman jadi pakai cara ditaruh di hotel. Hotelnya pun berpindah-pindah dan yang digunakan  hotel kelas menengah atas,” tutur Hanafi. (RS)

 

7
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>