Sebarkan berita ini:

21-narkobaSEMARANG[SemarangPedia] – Perang terhadap narkotika dan obat terlarang di Kota Semarang semakin gencar dilakukan aparat kepolisian dan sebanyak 29 tersangka narkoba dari berbagai jenis berhasil berhasil diamankan Petugas Satuan Reserse Narkoba, Polrestabes Semarang.

Dari keseluruhan tersangka, petugas berhasil menyita barang bukti sabu seberat 12,52 gram, 30 gram ganja, 10 butir ekstasi dan uang Rp1.865.000, handphone  serta sebuah timbangan

Para tersangka hampir semuannya warga Semarang itu di tangkap dilokasi berbeda dan kurun waktu dua puluh hari terakhir sejal awal September hingga sekarang mulai dari pengguna hingga pengedar.

Perang terhadap peredaran narkotika dan obat terlarang di Kota Semarang ini, di gelar Satuan Narkoba Polrestabes sejak satu bulan terakhir. Bahkan didapati sekitar 60 pengedar serta pemakai, mereka kini sudah dilakukan penahanan.

Dari pengakuan salah satu tersangka, Yuliati,  mendapatkan barang haram itu dari seseorang melalui sms, dengan harga satu paket Rp200.000.

“Barang itu didapat melalui sms kemudian mengambil di lokasi yang ditentukan. Saya hanya kurir, untuk satu paket hemat harganya Rp200.000,” ujarnya.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin mengatakan untuk peredaran narkotika dan obat terlarang sudah menggunakan berbagai modus dalam pengedarannya. Sebagian besar para tersangka ditangkap diwilayah Kota Semarang, sementara narkotika di pasok dari Jakarta melalui jalur darat, dalam bentuk paket hemat.

21-narkoba1“Para tersangka ada yang ditangkap di tempat kos-kosan, tempat makan, SPBU. Ada juga yang ditangkap ditempat hiburan. Barang terlarang itu kebanyakan dipasok dari Jakarta dan dikirim dengan menggunakan jalur darat melalui kereta. Kemudian, barang tersebut dipecah kembali dalam bentuk paket kecil,” tuturnya.

Dari 29 tersangka, barang bukti sabu terbanyak didapat dari salah satu tersangka bernama Heru (27) warga Gayamsari, Kota Semarang, dengan barang bukti sabu seberat lima gram, ditangkap pada Jumat pekan lalau.(16/9)

Sementara sepuluh butir pil ekstaksi diperoleh dari tersangka Prima Hadi S (29) warga Mijen, Kota Semarang yang diringkus pada hari Senin lalu (19/9) di daerah Manyaran, Semarang.

Atas perbuatannya sebanyak 29 pelaku itu, bakal dijerat dengan pasal 112 undang undang nomor 35 tahun 2009 tentang penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau denda Rp10 miliar. (HN/RS)

232
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>