Sebarkan berita ini:

11-Tersangka 1SEMARANG[SemarangPedia] – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Semarang berhasil meringkus empat tersangka pengedar Narkoba, setelah sebelumnya gerak gerik mereka diikuti oleh beberapa petugas.

Para tersangka terdiri M Khoiron (32) warga Pekalongan, Nurul alias Kecel (32) warga Tawang Rejosari Semarang dan  Yanto alias Boneng (33) warga Tandang Semarang serta Dwi K alias Biting (33) warga Tengaran Kabupaten Semarang.

Total barang bukti yang berhasil disita mencakup 42 gram narkoba jenis sabu, 50 butir pil ekstaksi, tiga unit sepeda motor dan empat buah telepon genggam.

Dari barang bukti itu, terbanyak didapat dari salah satu tersangka Khoiron yang diketahui membawa 40 gram sabu. Khoiron diamankan petugas saat mengisi bahan bakar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di daerah Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, setelah diikuti oleh beberapa petugas Satres Narkoba Polrestabes Semarang.

Saat diamankan, yang bersangkutan (Khoiron) membawa sebanyak 40 gram narkoba jenis sabu-sabu yang diambilnya dari salah seorang bandar sabu di Kota Semarang yang diketahui bernama Agung.

Dari pengakuan tersangka Khoiron, rencananya, sabu-sabu senilai sekitar Rp70 jutaan itu akan diedarkan di wilayah Batang dan Pekalongan dan sekitarnya

“Saya kesehariannya loper baju batik dari Pekalongan ke Yogyakarta. Baru pertama ini, dapat komisi Rp 2 Juta,” ujarnya

Kapolrestabes Semarang Burhanudin mengungkapkan setelah dilakukan pemeriksaan pendalaman, ternyata Khoiron mengambil sabu berdasarkan dari salah seorang bandar yang berada di Lapas Kelas I A Kedungpane Semarang.

“LP merupakan tempat pengendali peredaran narkoba. Sampai sekarang dengan menggunakan komunikasi melalui handphone dan diharapkan sampai waktu ditentukan  msih bisa mengungkap dan menangkap jaringan Narkoba”, tuturnya.

Sementara tersangka Nurul (32) warga Tawang, Rejosari, Semarang ditangkap Kamis (5/5) dengan barang bukti sepuluh butir pil ekstasi jenis omega, tersangka diketahui seorang residivis yang keluar LP November tahun lalu, dengan kasus yang sama.

“Per butir saya ambil untung Rp 35 ribu per butir,” ujar Nurul. (HN/RS)

298
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>