Sebarkan berita ini:

22-Pemecah kacaSEMARANG[SemarangPedia] – Aparat Polrestabes Semarang berhasil menangkap seorang pelaku pencurian spesialis pecah kaca yang kerap meresahkan Warga Kota Semarang. Pelaku bernamaMamornoto (37) warga Jalan Argowismo, Kelurahan Ledok, Kecamatan Argo Mulyo, Salatiga.

Pelaku di ditangkap di tempat kosnya di Jalan Lamper Tengah, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang pada Minggu (21/8).. Petugas terpaksa melumpuhkan kakinya dengan timah panas, karena berusaha kabur saat akan ditangkap.

Bermodalkan obeng dan senter dalam setiap aksinya,  pelaku melakukan pencurian dengan cara merusak kaca mobil dan menggasak seluruh barang berharga yang berada di dalam mobil

Dihadapan polisi, Mamornoto yang pernah mendekam dipenjara dalam kasus yang sama di Salatiga, melakukan pencurian seorang diri di malam hari. “ mulainya setelah maghrib, dengan sasarannya mobil yang terparkir di pinggir jalan. Senter saya gunakan untuk melihat kondisi di dalam mobil, ada barang atau tidak sementara obeng saya gunakan untuk mencongkel kaca mobil” ujar pelaku saat diintrogasi petugas.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polrestabes Semarang, AKBP Djoko Julianto menjelaskan dalamkurun waktu tiga sampai empat bulan pelaku sudah lebih dari tiga puluh kali melakukan aksinya.” Pengakuannya tiga puluh kali melakukan kejahatan, namun dri melihat jumlah barang bukti dia (pelaku) lebih dari itu. Saat ini anggota masih terus melakukan penyelidikan, ujarnya

Bahkan dalam aksinya pelaku kerap berpura-pura foto selfie, untuk mengelabuhi perhatian warga, ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Djoko Julianto

Terakhir pelaku melakukan aksi pencurian didaerah Gedawang Banyumank,  Kota Semarang, dan pelaku berhasil membawa lari tas yang di dalamnya berisi perhiasan.

Dari tangan pelaku, Polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti, diantaranya obeng,senter dan dua unit sepeda motor yang digunakan untuk melancarkan aksinya dan sejumlah hasil kejahatan seperti handpone dan tas serta barang bukti lainnya.

Atas  perbuatannya pelaku dijerat pasal 363 kuhp ayat 1 tentang pencurian disertai dengan pemberatan. adapun ancaman hukumannya maksimal 7 tahun kurungan penjara.(RS)

256
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>