Sebarkan berita ini:

22-judi-togelSEMARANG[SemarangPedia] – Para penjual judi togel kembali ditangkap aparat Kepolisian Polrestabes Semarang, di tengah gencarnya aparat memberantas segala bentuk praktek perjudian dengan menangkap para pelaku di Kota Semarang.

Praktek perjudian di sejumlah wilayah di Kota Semarang masih bermunculan, meski aparat terus memberantas para pelaku. Ini terbukti sebanyak tujuh penjual judi togel berhasil ditangkap Polrestabes Semarang. 

Para pelaku masing-masing bernama Maryanto (45), Rio Eko Saputra (18) keduanya warga Banyumanik, Witono (58) warga Tembalang, Supardi (52) dan Heru Purwanto (25) yang merupakan warga Gunungpati. Kemudian dua orang pelaku lain bernama Basir Baskoro (34) warga asal Kabupaten Banjarnegara serta Ganjar Anwika Putra (19) warga Semarang Timur.

Dihadapan petugas, salah satu pelaku, Wiktono Wiktono mengaku sudah tiga bulan ini berjualan judi togel, sebagai usaha sampingan untuk mendapatkan tambahan. Dalam berjualan togel tersangka sudah memiliki banyak pelanggan, sehingga tanpa dipasarkan, dengan sendirinya banyak pembasang togel yang datang kerumahnya. Bahkan sehari mampu menjual kupon judi togel hingga Rp600.000.

 “Kadang ada yang pasang Rp1.000, Rp2.000. Saya dapat komisi 20% dari penjualan kupon judi togel. Shari idak mesti rata-rata bisa Rp600. 000. Setelah itu disetor ke LA. Berjualan judi togel untuk tambahan kebutuhan sehari-hari, pada saat bekerja ngecat lagi sepi order,” ujarnya.

Penangkapan para tersangka berdasarkan laporan dari masyarakat yang resah dengan praktek judi togel secara sembunyi-sembunyi. Anggota Reskrim Polrestabes  Semarang  langsung menangkap tangan tersangka beserta barang bukti.

22-togelKapolrestabes Semarang, Kombes Pol Buhrhanudin mengatakan beragam cara dilakukan oleh pelaku untuk memperlancar praktik perjudian itu, mulai dari menggunakan alat komunikasi berupa handpone hingga inisiatif mereka dengan jemput bola atau mendatangi ke pembeli. Semua pelaku yang ditangkap merupakan status pengedar.

Polrestabes, dia menambahkan sudah melakukan antisipasi dengan maraknya kegiatan perjudian di Kota Semarang yang di perkirakan bisa mencapai puluhan juta, bahkan ratusan juta dalam satu malam

“ Mereka yang ditangkap merupakan pengedar atau penjual,  Ada yang lewat SMS, ada yang langsung datang ke lokasi penjualan. Juga pelaku-pelaku ini mobile atau jemput bola mendatangi ke calon pembeli.” Ujarnya saat gelar perkara, Kamis siang di Mapolrestabes Semarang. ( 22/ 9)

Meski mengaku hanya usaha sampingan,  kini tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya atas jeratan pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.(HN/RS)  

224
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>