Sebarkan berita ini:
Ketua DPW PPP Jateng H Masruhan Syamsuri

SEMARANG[SemarangPedia] – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan Jawa Tengah (DPW PPP) Jateng bakal memperluas basis dukungannya, sebagai upaya untuk memenangkan pasangan calon (Paslon)  Gubernur-Wagub Jateng yang diusungnya dalam Pilkada Jateng Juni mendatang, setelah sebelumnya disadari suara yang diperoleh PPP dalam Pemilu legislatif  2014 tidak terlalu besar.

Ketua DPW PPP Jateng H Masruhan Syamsuri mengatakan untuk menaikkan suara pasangan Ganjar Pranowo – Taj Yasin dalam Pilkada Jateng 2018, PPP akan mendekati basis- basis kultural NU dan pesantren.

“Gus Taj Yasin, salah seorang putra KH Maemun Zubair, pengasuh pesantren Al Anwar Sarang Rembang sangat erat dengan basis-basis kultural pesantren dan NU di Jateng. Kami sudah siapkan strategi untuk menggarapnya menjadi basis terkuat,” ujarnya,  di Semarang, Senin. (12/2)

Menurutnya, sejak pasangan Cagub-Cawagub yang diusung PDIP, PPP, Partai Golkar dan Partai Demokrat dideklarasikan ribuan relawan dan kalangan kyai serta santri alumni pesantren Sarang Rembang langsung menyampaikan ikrar kepada DPW PPP Jateng, untuk memobilisir suara dari kalangan santri dan NU kultural untuk mengantar kemenangan Gus Yasin sebagai Wagub Jateng.

Sebagian besar dari mereka, lanjutnya, adalah para murid atau santri yang pernah mengaji kepada mbah Maemu. Dukungan mereka tulus, tidak ada transaksi dan tidak ada janji-janji yang terkait dengan kompensasi jika pada saatnya pasangan Ganjar – Yasin menang.

Selain figur Ganjar yang sudah sangat populer di Jateng, figur Gus Yasin juga memiliki daya tarik di kalangan NU kultural dan pesantren, sehingga PPP Jateng akan memaksimalkan potensi itu.

PPP Jateng, dia menambahkan sangat sadar tidak semua warga NU dan pesantren bersama para kyai serta santri adalah pemilih atau pendukung PPP, karena fakta politik menunjukkan sebagian dari mereka menjadi pemilih dan pendukung partai lain.

“Namun dalam konteks Pilkada Jateng kali ini yang hanya menampilkan dua pasangan Cagub-Cawagub alias head to head posisi Gus Yasin memiliki daya tarik besar bagi kalangan NU kultural dan pesantren. Ini potensi yang tentunya akan bahkan sedang kami garap secara khusus,” tuturnya.

Terkait dengan statemen Rois Syuriyah PWNU Jateng KH Ubaidullah Shodaqoh SH yang mengingatkan kepada para kontestan dan tim suksesnya serta pendukungnya agar tidak menyeret-nyeret NU dalam pusaran kompetisi dalam Pilkada Jateng, Masruhan sangat memahami dan menghormati kebijakan itu.

“Kami sangat sadar dan memahami pesan khittah 1926 NU, sehingga kami tidak akan membawa-bawa isu NU secara jamiyyah atau organisasi dalam ranah penggalangan, konsolidasi dan kampanye mendatang. Isu yang kami bawa adalah isu ajaran NU yang sangat cocok dan melekat padadiri Gus Taj Yasin,” ujar Masruhan.

Yang didekati dan akan digarap oleh PPP bersama tim sukses bukan NU secara organisatoris atau NU struktural, tetapi NU kultural yang saat pemilu legislatif tersebar di berbagai partai. Suara mereka dalam Pilkada Jateng 2018 akan dimobilisir agar mengarah kepasangan Ganjar-Taj Yasin. (SMH/RS)

 

 

 

12
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>