Sebarkan berita ini:
Kepala Manyung “Warung Kamu” (Istimewa)

SEMARANG[SemarangPedia] – Team Sampoerna Untuk Indonesia tetap konsisten dan peduli terhadap pemberdayaan UKM dengan memprakarsai program Madhang dan Aplikasi Madhang, selain  memberikan pelatihan intensif kepada 30 UKM kuliner di Kota Semarang selama enam bulan ini melalui penyelenggara Business & Export Development Organization (BEDO) juga membangkitkan kembali resep masakan keluarga yang otentik di Kota Semarang

Program Madhang itu, juga mampu membuat UKM Kuliner Kota Semarang, semakin dikenal kalangan pencinta kuliner, terutama kelezataannya.

Dari sebanyak 30 UKM itu, tercatat 5 UKM Kuliner Kota Semarang yang terpilih dalam program Madhang, karena terkenal kelezatannya, selain 5 kuliner khas kota Semarang lainnya.

Kelima UKM Kuliner Kota Semarang yang terpilih dalam program Madhang itu terdiri, Kepala Manyung “Warung Kamu”, Ganjel Rel Masjuki, Lumpia Cik Renren, Blenyik AMI dan Bandeng Presto “QINA”.

Sedangkan 4 kuliner khas  Kota Semarang terdiri Tahu Ghimbal, Soto Ayam, Soto Ayam, Wingko Babat dan Tahu Pong.

Kepala Manyung “Warung Kamu”

Sebagai kota pesisir, Semarang kaya akan hasil ikannya, dan salah satu jenis ikan yang sangat familiar bagi warga Kota Semarang adalah ikan Manyung. “Warung Kamu” milik Sunarni, yang berlokasi di Pusat Jajan Jolotundo, mengolah Kepala atau Ndas Manyung menjadi kuliner yang nikmat.

Rasanya yang pedas dari Manyung  segar, yang di olah dengan rempah tanpa MSG yang pas plus kepala manyung yang dikukus lebih dahulu , membuat Ndas Manyung “Warung Kamu” luar biasa nikmat saat di santap makan siang. Seporsi Ndas Manyung di “Warung Kamu” porsi besar untuk 2 orang, hanya di banderol Rp 35 ribu dan porsi kecil Rp 20 ribu. Ssst, Ndas Manyung disini, hanya di masak saat pembeli pesan lohh.

Roti Ganjel Rel Masjuki (Istimewa)

Ganjel Rel Masjuki

Namanya mungkin aneh, Ganjel Rel!, dalam bahasa Jawa artinya kayu pangganjal rel kereta,tapi di kota Semarang, Ganjel Rel jadi roti yang ngangeni, karena inilah roti khas Semarang, yang sudah ada sejak zaman Belanda. Ganjel Rel terbuat dari campuran tepung terigu, gula jawa, telur dan rempah, dengan toping wijen diatasnya, serta dipanggang dalam suhu tertentu, menjadikan Ganjel Rel tak kalah lezat dengan roti modern lainnya.

Salah satu UKM kuliner yang menghasilkan Ganjel Rel yang lezat adalah Ganjel Rel Masjuki. Kelezatan roti Ganjel Rel Masjuki membuat pemiliknya Aunil Masjuki dipercaya Pemkot Semarang untuk menyediakan Ganjel Rel setiap tradisi Dug Deran tiba.

Hingga saat ini, menurut  Aunil Masjuki pengelola kuliner khas Ganjel Rel itu, tidak pernah berhenti dan terus berinovasi.

“Selalu berinovasi membuat Ganjel Rel Masjuki agar dapat memuaskan kaum tua yang ingin bernostalgia dengan kue kenangan ini dan kaum muda dengan tekstur kuenya, ujarnya.

Lumpia Cik Renren (Istimewa)

Lumpia Cik Renren

Lumpia, boleh jadi anda sudah sangat familiar dengan kuliner yang berbahan dasar rebung, daging ayam, udang ebi dan telur yang di bungkus dengan kulit lumpia ini dan biasanya di santap bersama sausnya yang khas. Banyak pengrajin kuliner Lumpia di Kota Semarang, namun satu yang terkenal karena kelezatan dan rasanya yang crispy adalah Produki Iwan Permana, dengan brand “Lumpia Cik Renren”.

Pengolahan lumpianya yang tepat, membuat lumpia produknya terasa lebih renyah saat di santap, bahkan dia berani menjamin produknya bertahan dengan baik sampai 30 jam, jika di kirim ke luar Semarang.

“Kalau kondisinya diterima tidak bagus kurang dari 30 jam, saya ganti yang baru,” tutur Iwan Permana pemilik kuliner Lumpia Cik Eenren itu.

Baginya, kepuasan tidak hanya soal rasa, tapi jaminan pembeli dapat produk yang sesuai di inginkan. So, “Lumpia Cik Renren” pilihan yang tepat oleh-oleh khas Semarang.

Blenyik AMI (Istimewa)

Blenyik AMI

Nama kuliner yang satu ini mungkin terasa aneh di telinga kita, Blenyik! Tapi bagi warga pesisir seperti Semarang, Blenyik adalah makanan khas yang kaya akan protein. Berbahan dasar ikan teri nasi hasil tangkapan nelayan yang masih segar, membuat Blenyik menjadi santapan favorit warga pesisir seperti Cirebon, Kendal, Jepara, Rembang termasuk Semarang.

Dimas Satrio pelaku UMKM Kuliner di Kota Semarang yang memproduksi kudapan spesial ini dengan brand “Blenyik AMI”. Jika di goreng dengan baluran telur, dia menjamin “Blenyik AMI” akan semakin terasa gurih, kelembutan tekstur dalamnya bila dibelah setelah digoreng akan terlihat teri nasi utuh. Adonan “Blenyik AMI” yang tanpa campuran ikan lain selain teri, membuat Dimas menjamin produknya akan membawa rasa nostalgia ,di masa lampau menikmati Blenyik dengan nasi hangat dan sambal terasi bersama keluarga tercinta.

Bandeng Presto “QINA”

Bandeng Presto “QINA” (Istimewa)

Lumpia dan Bandeng adalah dua dari sekian banyak kuliner khas Kota Semarang yang sudah tersohor karena rasanya yang juara!. Tidak sulit mencari olahan bandeng di Kota Semarang, hampir di setiap sudut kota, mulai dari warung kecil hingga pusat oleh-oleh menyediakannya, salah satunya adalah Bandeng QINA asli Semarang, yang terlahir dari jari lentik, Parasanty Legita Caprina Janelti.

Perempuan yang akrab di sapa Santy ini memilih menggunakan bandeng segar yang langsung dikirim petani bandeng, di balut  rempah rempah pilihan asli tanpa MSG, membuat produknya memiliki rasa juara. Tidak hanya Bandeng Presto, produk Bandeng Qina memili beberapa varian rasa dan olahan lain yakni  Pepes bandeng presto, Otak- otak bandeng, abon bandeng, pastel abon bandeng dan botok bandeng presto yang tk kalah maknyuuss rasanya.

Kuliner Khas Kota Semarang

Tahu Gimbal

Kuliner yang satu ini bisa jadi serumpun dengan tahu campur, ketoprak atau lontong campur. Berisi tahu goreng yang di goreng setengah matang, potongan kol mentah, lontong, taoge, telur, dan gimbal, udang yang digoreng dengan tepung dan dicampur dengan bumbu kacang yang khas.

Cita rasa tahu gimbal yang berpadu antara gurih, manis, dan tingkat kepedasan yang bisa dipesan sesuai yang diinginkan membuat Tahu Gimbal santapan lezat khas kota Semarang, yang wajib di coba saat berada di ibukota Jawa Tengah ini.

Soto Ayam

Boleh jadi kuliner soto hampir di semua kota di Indonesia ada, dengan cita rasanya masing-masing. Namun, Kota Semarang layak di sebut sebagai “Kota Soto”, karena hampir di setiap sudut kota ini ada warung soto!!. Soto Ayam Semarang Beberapa di antara pelengkap yang ada, seperti sate telur puyuh, sate kerang dan gorengan adalah menu pendamping yang wajib menemani saat menyantap Soto khas Semarang.

Mie Kopyok              

Kuliner satu ini berbahan dasar mie yang di padukan dengan lontong, irisan tahu kecil, dan tauge yang telah direbus lalu diberi bumbu air bawang putih sebagai pelengkap. Mie kopyok  banyak kita jumpai di sudut-sudut Kota Semarang, mulai dari yang berjualan menggunakan gerobag atau pikulan, hingga restoran menyediakan kuliner yang memiliki cita rasa gurih, pedas dan manis ini.

Cita rasa Mie Kopyok makin kuat, karena biasanya penjual terutama yang menggunakan gerobag atau pikulan, masih memasak dengan cara yang sangat tradisional, menggunakan tuku arang.

Wingko Babat

Kudapan yang satu ini mungkin memang bukan asli Semarang, lebih tepatnya berasal dari salah satu kecamatan di Lamongan, Jawa Timur. Namun, Wingko Babat nama jajanan ini sudah kadung melekat sebagai salah satu oleh-oleh yang wajib di jadikan oleh-oleh saat berkunjung di kota Semarang.

Wingko Babat yang memadukan rasa dari kelapa muda pilihan dan gula, membuat panganan satu ini bercita rasa yang khas. Kue Wingko Babat sendiri pertama kali dikenalkan oleh satu warga pendatang asal Babat, Lamongan yang menetap di Semarang. Dan kini, kue Wingko Babat sudah di “modifikasi” dengan berbagai macam varian rasa seperti rasa durian, nangka dan pisang.

Tahu Pong

Kota Semarang boleh jadi kaya akan olahan kuliner berbahan dasar tahu, selain Tahu Gimbal, kuliner khas lainnya kota ini adalah Tahu Pong yang artinya tahu kopong atau tahu kosong. Tahu Pong biasanya dihidangkan dengan bumbu petis dan di dampingi acar mentimum yang segar.

Jangan lihat bentuknya, yang meski terlihat sederhana, namun rasanya akan membuat anda tak mau berhenti mengunyah,benar-benar spesial, apalagi saat Tahu Pong baru saja di angkat dari penggorengan. Kuliner Tahu Pong ini banyak betebaran di kawasan Pecinan, Depok dan Jalan Gajahmada Semarang.

25
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>