Sebarkan berita ini:

21-cabeSEMARANG[SemarangPedia] – Program Kampung Cabai Inovatif  yang diprakarsai Bank Indonesia (BI) Jateng tidak hanya mampu meningkatkan ketersediaan pasokan dan mengurangi demand terhadap cabai segar di pasar, namun, lebih sebagai pemberdayaan perempuan untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah Atikoh Ganjar Pranowo mengatakan memanfaatkan pekarangan dengan budidaya tanaman cabai tidak hanya meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi mempau memberdayakan perempuan.

Namun, lanjutnya, pembudidayaan tanaman cabai itu juga, sekaligus diharapkan mampu mendukung untuk pengendalian inflasi di wilayah Jateng.

“Diluncurkan program Kampung Cabai Inovatif  beberapa hari lalu, masyarakat diharapkan dapat ikut ramairamai menanam cabai minimal untuk konsumsi sendiri, kemudian bisa mengolah cabai menjadi berbagai olahan inovatif,  sehingga memiliki nilai jual,” ujarnya, di Semarang.

Program Kampung Cabai Inovatif  yang diluncurkan Rabu (19/10) merupakan kerja sama antara Bank Indonesia selaku anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jateng, Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD), serta Tim Penggerak PKK Jateng.

Atikoh menuturkan pelaksanaan program mencakup lima tahap di antaranya edukasi dan sosialisasi kepada TP PKK di 35 kabupaten/ kota se-Jawa Tengah, memberikan pengetahuan kepada rumah tangga agar bertransformasi dari sekadar menjadi konsumen cabai segar menjadi produsen cabai olahan.

“Kemudian tahap pencanangan, tahap penyerahan bantuan bibit tanaman cabai, lalu tahap pendampingan kewirausahaan kepada enam pemenang lomba masak sebagai upaya untuk menumbuhkan rumah tangga produktif, serta tahap monitoring dan evaluasi,” tuturnya.

Ketersediaan kebutuhan cabai, lanjutnya, didukung oleh oleh Bank Indonesia yang menyediakan bibit yang dibagikan kepada ribuan kepala keluarga di 35 kabupaten dan kota di Jateng.

“Program ini sekaligus mendorong masyarakat berkreasi mengolah cabai, kemasan menarik, dan standarisasi lain. Untuk mengurus izin PIRT (Produk Industri Rumah Tangga), akan difasilitasi Disperindag dan instansi terkait lainnya,”  ujarnya. (RS)

236
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>