Sebarkan berita ini:

4-PSI Kota SemarangSEMARANG[SemarangPedia] – DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Semarang memprakarsai pertemuan Kopi Darat Daerah (Kopdarda) yang bertajuk “Penguatan & Konsolidasi PSI Menyongsong Verifikasi Faktual” bersama DPC PSI se-Kota Semarang, sebagai upaya untuk memperkuat dan menyolidkan organsisasi partainya.

Kegiatan yang digelar di Resto Taman Singosari, Minggu (04/9), juga sekaligus untuk melakukan konsolidasi di internal partai.

Muhammad Sabbardi Ketua DPD PSI Kota Semarang  mengatakan kegiatan itu dilakukan selain untuk memperkuat konsolidasi di internal partai, juga mempersiapkan menghadapi Verifikasi yang rencananya akan di gelar dalam waktu dekat ini.

“Saat ini kami sedang mempersiapkan data kepengurusan, admnistrasi, kesekretariatan, atribut partai, dan data DPC PSI se- Kota Semarang,”ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, PSI Kota Semarang juga akan terus berbenah menguatkan struktur dan kelengkapan-kelengkapan kepartaian lainnya.

Menurutnya, keberadaan Kopdarda itu merupakan upaya membangun kekeluargaan dengan semangat jiwa muda karena, dengan jiwa muda dipastikan bakal bisa menciptakan kreatifitas anak muda.

Platform Partai Solidaritas Indonesia, dia menambahkan memang berbeda dengan partai lainnya yang sudah lebih dulu hadir, kreativitas menjadi motor utama bagi PSI.

“Kami menyakini semua pengurus PSI tidak berlatar belakang politisi, tapi bukan berarti kita buta politik, kehadiran PSI adalah bagaimana menjadi sebuah wadah bagi generasi muda, untuk berpartisipasi dalam ikut memikirkan negara dan bangsa dengan mengedepankan cara, pola politik yang berbeda, bersih, lurus, dan mengedukasi public,” tuturnya

4-PSISementara itu, Taufik Nugroho Ketua Dewan Pengurus Wilayah Partai Solidaritas Indonesia Jawa Tengah didampingi jajaran pengurus mengatakan pemanfaatan media sosial sangat penting untuk kemenangan partai dalam pemilu.

Menurutnya, berdasarkan data Januari 2016, jumlah penduduk Indonesia ada sekitar 260 juta. Dari jumlah tersebut, 88,1 juta di antaranya mengakses internet. Dari pengakses internet sebanyak itu, tercatat 79 juta penduduk Indonesia memanfaatkan media sosial.

“Dengan demikian, PSI harus memanfaatkan media sosial, termasuk dalam stategi yang diambil dalam pemilu mendatang,” ujarnya.

Dia mengatakan jika pemilih muda akan mendominasi Pemilu 2019, di mana 55% di antaranya berusia 17- 40 tahun.

“Kami yakin PSI akan mampu bersaing dengan partai lainnya, karena partai ini memberi peluang para kaum muda untuk terlibat aktif membangun bangsa, sehingga PSI harus mulai serius menyapa, terutama melalui media sosial,” tutur pria asal Sragen itu. (RS)

188
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>