Sebarkan berita ini:

20-kereta-tercepatUNGARAN[SemarangPedia] – PT Kereta Api Indonesia (KAI) diharapkan dapat membangun jaringan perkeretaapian dengan negara di ASEAN atau ASEAN Railways  Network, menyusul digelar ASEAN Railways CEO’s Conference (Arceo) di Yogyakarta.

Kegiatan skala internasional yang digelar selama enam hari mulai 17 Oktober hingga berakhir 21 Oktober 2016, bisa menjadi momentum bagi PT KAI untuk mengawali negoisasi dengan sejumlah negara Asean peserta Arceo itu.

Ketua Panitia Arceo ke-38, Budi Noviantoro mengatakan di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang diberlakukan saat ini bisa menjadi momentum bagi PT Kereta Api Indonesia untuk membangun jaringan perkeretaapian di antara negara-negara ASEAN itu.

“Era MEA menjadi satu momentum peneguhan komitmen sinergi dunia perkeretaapian di antara negara-negara ASEAN, mengingat intinya pada masa mendatang diharapkan Indonesia dapat membangun ASEAN Railways network secara bersama atau ASEAN Railways  Network,” ujarnya di sela memimpin delegasi Arceo mengunjungi Museum Kereta Api (KA) di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis. (20/10)

Menurutnya, salah satu isu terhangat yang dibahas perwakilan operator KA negara-negara ASEAN dalam konferensi Arceo adalah membangun sinergi jalur kereta api cepat. Tidak hanya di antara negara ASEAN, sinergi jalur kereta api cepat ini diproyeksikan juga bisa terkoneksi dengan jaringan high speed train yang ada di China.

“Saat ini KA cepat dari Beijing sudah sampai Kunming. Kunming nanti akan turun ke Vietnam, Thailand, Malaysia dan diharapkan Indonesia memiliki dana bisa bersama-sama membuat crossing melewati laut, masuk ke Dumai kemudian ke Jawa lewat Palembang,” tuturnya.

Budi yang juga sebagai Direktur Logistik dan Pengembangan PT KAI itu mengatakan antusiasme pembahasan membangun koneksi KA cepat tidak hanya datang dari delegasi Indonesia. Negara ASEAN lain seperti Thailand dan Vietnam juga punya greget sama.

“Di Indonesia KA cepat sedang proses, Jakarta-Bandung, termasuk ke depan Jakarta-Surabaya. Dari Vietnam juga sedang proses untuk membuat kereta cepat, Thailand juga sama. Bayangkan jika ada kereta cepat dari Beijing, China ke Banyuwangi dipastikan jarak beberapa kota bisa diperpendek,” ujarnya.

Konferensi Areceoke-38 di Yogyakarta itu mengangkat tema ASEAN’s Railways Conenecting ASEAN Economic Community.  Konferens diikuti 73 delegasi dan 67 observer dari perusahaan-perusahaan operator KA negara ASEAN.

Selain itu, terdaopat tujuh operator KA negara ASEAN yang hadir terdiri Kereta Api Tanah Melayu Berhad (KTMB) Malaysia, State Railway of Thailand, Vietnam Railway, Royal Railways of Cambodia, Lao Railway Authority Laos, Myanmar Railways dan PT KAI.

Dari Indonesia selain delegasi PT KAI juga ada perwakilan dari PT Kereta Api Cepat Indonesia China (KCIC), PT KCJ, PT KA Pariwisata dan PT Railink.

Selain membahas bagaimana membangun sinergi kereta api cepat, konferensi Arceo juga menyinggung wacana pembentukan semacam join venture company di antara operator KA ASEAN dengan sasaran pengembangan PT INKA sebagai industri utama pendukung infrastruktur ASEAN Railways  Network. Bahkan muncul usulan Indonesia PT KAI bisa menjadi operator KA di Myanmar.

Anggota Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menilai MEA dan konferensi Arceo dapat dijadikan PT KAI sebagai ajang untuk lebih mengembangkan potensi kepariwisataan Tanah Air.

Menurutnya, potensi pariwisata di Indonesia yang ada saat ini kurang mendapat dukungan dari ketersediaan infrastruktur transportasi yang memadai, termasuk jalur kereta. Kondisi demikian membuat dunia pariwisata berjalan stagnan, tertinggal jauh dengan perkembangan pariwisata negara tetangga.

“Kalau saya ke China, saya hanya menghabiskan Rp9 juta, bisa menikmati wisata di Beijing selama seminggu. Itu sudah termasuk ongkos pesawat dan penginapan. Tinggal buka peta, ada jalur kereta bayar 24 yuan bisa sampai kemana-mana,” ujarnya.

92
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>