Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – PT Kereta Api Indonesia (KAI) siap mengantisipasi daerah rawan bencana alam di sepanjang jalur rel kereta api, sebagai upaya memberikan pelayanan kepada masyarakat yang akan mudik Lebaran mendatang.

Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengatakan pihaknya terus melakukan upaya antisipasi berbagai kemungkinan yang menghambat jalur kereta apai saat mengangkut arus mudik Lebaran.

Menurutnya, antisipasi akan dilakukan dengan mengerah petugas untuk menjaga semua perlintasan sebidang, di daerah rawan baik potensi benvana alam  maupun non alam terkait ulah manusia.

“Rawan alam terkait bencana longsor maupun banjir yang berada di jalur rel kereta api. Sementara, rawan non alam masih terkait sejumlah ulah manusia seperti pelemparan batu ke gerbong kereta, peletakan batu maupun balok kayu di rel KA oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab,” ujarnya saat pantauan Persiapan Angkutan Lebaran di Stasiun Tawang, Senin malam. (21/5)

Daerah rawan bencana, lanjutnya, berada di sejumlah titik di Cirebon serta saerah operasional lainnya (Daops) di wilayah Jawa. Di beberapa lokasi tersebut, terdapat rawan longsor dan banjir sehingga pihaknya terus melakukan antisipasi.

Terkait seringnya terjadi kecelakaan di perlintasan sebidang, KAI  akan memberikan perhatian serius agar kasus kecelakaan tersebut dapat diminimalisasi.

Menurutnya, setiap perlintasan sebidang yang berpalang pintu maupun yang tidak berpalang pintu akan diterjunkan petugas untuk menjaga.

“Untuk Daops IV Semarang ada sekitar 170 perlintasan sebidang dan itu nanti akan dijaga petugas,” tuturnya

Selain itu, dia menambahkan juga tengah menyiapkan pengamanan  15 jalur kereta api yang dianggap rawan banjir dan rawan longsor selama Juni-Juli 2016, guna mengantisipasi persiapan arus mudik Lebaran mendatang.

Dia menuturkan terdapat 15 jalur KA yang dianggap rawan banjir dan longsor di wilayahnya pada Juni-Juli 2016, mengingat curah hujan menjelang arus mudik lebaran ini diprediksikan masih cukup tinggi.

“ PT KAI Daop 4 bertanggungjawab untuk mengamankan jalur sepanjang 168 kilometer dan ada 15 titik dari Petarukan hingga Bojonegoro yang rawan banjir dan tanah langsor,” ujarnya.

Menurutnya, 15 titik rawan tersebut di antaranya di wilayah Petarukan satu titik, Kahuripan satutitik, Kalibodri satu titik, Kaliwungu hingga Mangkang  empat titik, Poncol dua titik, Gubug satu titik, Karangjati satu titik, Gambringan satu titik, Randublatung satu  titik, Bojonegoro satu titik dan Kedungjati satu titik.

Dengan demikian, pihaknya akan melakukan langkah antisipasi keamanan dan pengecekan agar kereta tidak terhambat selama musim mudik.

Dari 15 titik potensial rawan banjir dan tanah longsor tersebut, rencananya PT KAI Daop 4 akan melakukan penguatan pada struktur rel kereta api.  Selain, juga akan melakukan pemeriksaan rutin seperti pengencangan baut dan mur, pengukuran ketinggian bantalan maupun kabel sinyal, dan perbaikan drainase.

“Petugas akan memantau selama 24 jam, dengan menyiagakan sejumlah personil secara esktra dan juga mengadakan juru penilik jalan yang biasanya dua kali dalam sehari, menjadi empat kali dalam sehari serta mempersiapkan alat material untuk siaga (AMUS) berupa karung berisi pasir, batu kricak dan potongan rel,” tuturnya.

Dalam wilayah Daop 4, lanjutnya, secara keseluruhan ada sekitar 553 perlintasan KA, dengan rincinan 106 perlintasan yang dijaga petugas, 334 perlintasan resmi dengan rambu-rambu, 18 perlintasan tidak sebidang dan 95 tiitik perlintasan liar.

“Rambu-rambu telah terpasang diperlintasan untuk mengamankan jalur mudik dan diprediksikan kenaikan arus mudik bakal naik mencapai 5%,” ujarnya. (RS)

 

48
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>