Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Pengadilan Niaga (PN) Semarang akhirnya memutuskan PT Nyonya Meneer dinyarakan pailit, mengabulkan gugatan dari salah satu kreditur yang merasa tidak puas atas keputusan damai yang dilakukan pada Mei 2015.

Putusan pailit Nonya Meneer  oleh Pengadilan Niaga itu disampaikan pada sidang yang berlangsung, di Pengadilan Niaga Semarang,  Kamis. (3/8)

Anggota majelis hakim PN Niaga Semarang, Wismonoto mengatakan perjanjian sebelumnya yang dahulu kini telah dibatalkan.

Sidang yang dipimpin oleh Ketua Pengadilan Negeri Semarang Nani Indrawati dalam putusannya, hakim sepakat mengabulkan gugatan salah satu kreditur dari Sukoharjo bernama Hendrianto Bambang Santoso.

Hakim mengabulkan seluruh amar permohonan. Bahkan juga menyatakan perjanjian perdamaian yang telah disepakati antara debitur, kreditur dan pihak kurator dibatalkan. Perusahaan juga dinyatakan dalam keadaan pailit.

Wismonoto menuturkan pihak penggugat mengajukan gugatan karena tidak puas atas proses pembayaran hutang, sebagaimana diatur dalam perjanjian damai. Tidak hanya itu, perusahaan dinilai tidak menunaikan kewajibanya pada waktu yang ditentukan.

Atas dasar itu, lanjutnya, kreditur meminta agar perusahaan dipailitkan, Perjanjian damai itu telah dibatalkan dalam persidangan.

Dari hasil putusan Hakim Pengadilan Niaga itu, hingga saat ini pihak kuasa hukum dari PT Nyonya Mener belum menentukan sikap atas putusan tersebut, namun, dipastikan bakal mengajukan upaya kasasi ke Makamah Agung (MA)

Sebelumnya pada 8 Juni 2015, PN Semarang juga telah mengesahkan proposal perdamaian yang diajukan pabrik jamu  PT Nyonya Meneer untuk membayar utang terhadap semua kreditornya. Pengesahan proposal dilangsungkan dalam sidang Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Dalam amar putusannya, majelis hakim yang dipimpin hakim Dwiarso Budi Santiarto saat itu meneruskan upaya yang dilakukan para pihak, baik debitor, kreditor, tim pengurus, maupun hakim pengawas.

Para pihak kala itu bersepakat terkait kewajiban utang yang harus dibayarkan debitor kepada 35 kreditor, sedangkan pihak PT Nyonya Meneer pun berkewajiban untuk membayar seluruh utang yang telah diajukan.

Sementara Charles Saerang Presiden Direktur PT Nyonya Meneer mengatakan pihaknya sangat terkejut dengan keputusan hakim menyatakan pailit dan mengabulkan gugatan para kreditor. Bahkan sangat disayangkan keputusan hakim itu. Namun, pihaknya tetap menghormati keputusan hukum.

“Kami segera mengambil langkah hukum atas keputusan yang dikeluarkan Pengadilan Niaga Semarang itu. Tentunya akan mengajukan upaya  permohonan Kasasi ke MA dalam waktu secepatnya,” ujarnya ketika dihubungi semarangpedia.com, Jumat malam. (4/8)

Menurutnya, saat ini tim legal perusahaan tengah menyiapkan berkas yang dibutuhkan. “Kami sudah memenuhi ketentuan, keputusannya tidak beralasan,” ujarnya,

Charles yang merupakan generasi ketiga Nyonya Meneer ini mengatakan, pihaknya tidak akan menghalangi kerja tim kurator dalam mendata aset dari Nyonya Meneer, Namun, memastikan akan memberikan perlawanan hukum jika dilakukan pengambilalihan secara paksa.

“Kalau mereka mau mendata silahkan saja, tapi ini negara hukum tentu ada aturannya,” kata Charles.

Dia menuturkan manajemen perusahaan terus berupaya menyelesaikan kewajiban sebagaimana perjanjian yang ditetapkan oleh pengadilan. Bahkan perusahaan merasa masih mampu dalam memenuhi kewajiban yang dicantumkan dalam perjanjian perdamaian itu. (RS)

50
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>