Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] –  PT Pertani (Persero) memberikan bantuan pangan berupa beras sebanyak 5 ton kepada Pemprov Jateng, untuk membantu upaya penanganan Covid-19 di provinsi ini.

Pemberian bantuan beras sebanyak itu diserahkan oleh Direktur Utama PT Pertani Persero Maryono kepada Gubernur Jatebng Ganjar Pranowo di halaman Kantor Gubernuran, Kamis (9/7).

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan ke depan diharapkan bantuan juga diwujudkan dengan pemberian bibit kepada petani.

“Kami harap ke depan, bantuan yang diberikan tidak hanya karitatif, namun lebih produktif. Seperti pemberian benih bagi petani,” ujarnya usai menerima bantuan itu.

Menurutnya, dalam masa pandemi Covid-19 Pemprov Jateng melakukan upaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Selain itu, sisi sosial dan ekonomi juga turut disentuh, melalui program Jogo Tonggo.

Melalui program tersebut, lanjutnya, masyarakat diharapkan saling bantu untuk menguatkan kesehatan dan sosial mereka yang terdampak Covid-19. Di samping itu, pada sektor ekonomi, pihaknya telah dan sedang menggelontorkan bantuan sembako kepada warga terdampak Covid-19 hingga mencapai 1.290.000 orang. Anggaran untuk bantuan sembako tersebut mencapai Rp1,37 triliun.

Untuk petani, tutur Ganjar, Pemprov Jateng juga akan melakukan recovery bisnis pertanian, mengingat saat ini bentuk bisnis secara e-commerce lebih mendominasi di tengah pandemi, termasuk di bidang pertanian.

Dia menambahkan upaya bantuan oleh Pemprov Jateng sudah dilakukan secara maksimal. Namun, masih saja ada warga yang belum terbantu dan diharapkan  bantuan yang diberikan oleh PT Pertani bisa ikut dirasakan oleh masyarakat yang belum mendapat bantuan pemerintah.

Sementara itu,  Direktur Utama PT Pertani Persero Maryono menuturkan akan mempertimbangkan usul Ganjar, untuk membantu petani dengan bibit padi.

“Kalau untuk benih belum, sekarang baru beras. Sesuai arahan gubernur tadi insyaallah dapat diwujudkan untuk membantu perekonomian rakyat. Nanti akan kita pikirkan kemudian,” tuturnya.

Menurutnya, selama pandemi Covid-19 tidak terjadi penurunan permintaan benih padi dari petani. Dalam kurun waktu setahun, volume penjualan bibit mencapai 40.000 ton. Di Jateng, target penjualannya mencapai 9.000 ton.

“Beras-beras kami jual pada pasar-pasar eksekutif. Termasuk pada restoran cepat saji,” ujar Maryono.

PT Pertani menyumbangkan 5 ton beras premium yang dikemas masing-masing lima kilogram. Bantuan itu selanjutnya akan diserahkan pada sekretariat Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 untuk didistribusikan. (RS)

11
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>