Sebarkan berita ini:

 

SEMARANG[SemarangPedia] – Ketua DPR-RI Puan Maharani memperoleh anugerah gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Diponeoro (Undip) Semarang yang diserahkan melalui sidang senat akademik terbuka yang berlangsung di Gedung Prof Dr Soedarto SH, di Tembalang, Semarang, Jumat (14/2).

Puan Maharani mendapat gelar kehormatan dalam ‘Bidang Kebudayaan dan Kebijakan Pembangunan Manusia’.

Hadir pada sidang itu, Presiden RI ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, dan keluarga dari Puan Maharani serta para pemimpin partai politik, sejumlah Menteri dan anggota DPR-RI dan DPRD Jateng, DPRD Kabupaten dan Kota Se- Jateng.

Selain itu, juga hadir Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, para rektor perguruan di Jawa Tengah, Walikota Semarang Hendar Prihadi, Ketum DPP IKA FIB Undip Agustina Wilujeng Pramestuti, serta para pejabat lainnya.

Ketua Senat Akademik Prof Dr Sunarso mengatakan Senat Akademik Undip secara bulat menyetujui penganugerahan tersebut.

“Penganugerahan gelar Doktor kehormatan, merupakan bentuk pengakuan dan penghargaan yang diberikan Undip kepada seorang putra/putri bangsa yang memiliki kontribusi yang luar biasa terhadap bangsa dan negara,” ujarnya.

Sementara Rektor Undip Prof Dr Yos Johan Utama SH MHum menuturkan Puan Maharani secara nyata telah berkontribusi terhadap hubungan baik antar bangsa dan negara lain dalam bidang sosial budaya, kebijakan pembangunan kemanusiaan dan kesejahteraan umat manusia.

“Persetujuan bulan Senat Akademik Undip itu, berdasarkan dengan penilaian beliau yang sangat signifikan kepada ilmu pengetahuuian, seni dan budaya, selain perhubungan antarbangsa dalam kebudayaan kemanusiaan, baik secara pribadi maupun saat menjabat Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, serta Kedua DPR-RI,” tutur Prof Yos.

Dalam prosesi penganugerahan gelar Doktot HC Undi, Puan Maharani menyampaikan pidato ‘Kebudayaan Sebagai Landasan Utama Pembangunan, Manusia Indonesia Berpancasila Menuju Era Masyarakat 5.0.

Puan memaparkan untuk menjadikan kebudayaan Indonesia sebagai landasan utama kebijakan publik untuk pembangunan manusia berpancasila menuju masyarakat 5.0.

Menurutnya, pandangan sekaligus upaya dan solusi juga bagaiamana negara harus diberdayakan untuk menerapkan kebijakan publik berlandaskan kebudayaan untuk bidang kesehatan, pendidikan, seni etika, eknomi dan sosial.

Sudah banyak perguruan tinggi, tutur Puan, yang menwarkan peanugerahan Doktor HC, namun untuk peryama memilih Undip Semarang.

“Semoga penganugerahan Doktor Honoris Causa ini memberikan manfaat bagi saya, bagi Undip serta bangsa dan negara,” tutur Puan.

Sebelum menjabat Ketua DPR-RI, Puan lulusan komunikasi massa Universitas Indonesia ini menekuni dunia politik  hingga menjadi anggota DPR- RI dari Fraksi PDI Perjuangan dan menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia. (RS)

 

19
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>