Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Kawasan Bubakan terutama sepanjang Jalan Agus Salim dan Jalan Pekojan, atau juga lebih dikenal Jurnatan Kota Semarang sejak era tahun 70-an hingga sekarang semakin dikenal sebagai pusat perdagangan dan penjualan peralatan teknik berbagai kebutuhan industri maupun  otomotif.

Aktivitas perdagangan di kawasan itu , setiap hari mampu menciptakan nilai transaksi milyaran rupiah, dan menyedot ribuan karyawan, meski potensi kemacetan lalu lintas kendaraan di kawasan itu, terutama di Jalan Pekojan hingga kini masih sulit diatasi.

Setiap hari, terdapat sirkulasi kepadatan arus bongkar muat barang, hingga tidak mengherankan, jika selama ini kawasan tersebut terbilang sulit dijumpai area kuliner, kalau pun ada hanya segelintir warung tenda di tepian trotoar.

Namun, saat ini kondisi itu lambat laun nampak bakal berubah setelah hadirnya area kuliner representatif, berupa pujasera bernama Dunia Kuliner Jurnatan.

Pujasera yang sudah mulai beroperasi pada November 2016, di Jalan Agus Salim No 41 ini, mencoba menawarkan sajian dunia kuliner Indonesia, tidak hanya untuk memberikan pelayanan kepada para pekerja di kawasan itu, tetapi juga pengunjung yang sengaja datang dapat ikut menikmati berbagai hidangan menu yang disajikan di pujasera itu.

“Tren kuliner saat ini memang begitu pesat khususnya di Semarang dan masyarakat, baik pekerja, karyawan, wisatawan maupun waga lain saat siang maupun jam pulang kerja pasti mencari kuliner, maka Kuiner Jurnatan hadir untuk menyemarakan kawasan Bubakan dan Agus Salim,” ujar Suntaram Chandra, Pengelola Pujasera Dunia Kuliner Jurnatan kepada Semarangpedia.com. (20/01).

Menurut Chandra, hadirnya Pujasera Dunia Kuliner Jurnataan merupakan peluang bisnis prospektif yang menjanjikan, mengingat meski lokasi Jurnatan di kawasan Jalan Agus Salim sangat strategis beraa di tengah kota, dikelilingi pula pusat perdangan dan perhotelan, namun area kuliner yang terakomodasi belum tersedia.

Kondisi itu, lanjutnya, Kuliner Jurnataan hadir untuk menghimpun para tenant – tenant kuliner di Semarang,  agar bisa menyajikan berbagai aneka menu produknya, sekaligus membangkitkan gairah kuliner kepada masyarakat sekitar.

“Pemilihan nama Jurnatan sendiri tidak lepas dari sejarah kawasan Jalan Agus Salim, yang dahulu kala merupakan kawasan stasiun perkeretaapian, kemudan menjadi terminal bus, beralih lagi menjadi tempat hiburan dan akhirnya menjadi kawasan pusat perdagangan dan penjualan berbagai jenis peralatan teknik dan perhotelan,” tuturnya.

Sejalan dengan namanya itu, pujasera ini mencoba menampilkan sejumlah pernak-pernik kereta api tua. Yang paling mencolok  dan unik adalah meja penyangga yang berbentuk roda kereta api tua.

Selian itu, menariknya di balik sejumlah kursi duduk terpampang sejarah singkat tentang dunia perkeretaapian Indonesia.

“Pujasera ini masih dalam upaya pengembangan, ke depan bakal ditambah koleksi beberapa foto kereta api kuno hingga modern di setiap sudutnya dan di lantai dua akan dijadikan restoran,” ujarnya.

Menurut Chandra, untuk sajian kulinernya, saat ini sudah tersedia 20 tenant makanan baik yang sudah branded mapun baru di mana 12 tenant di antaranya telah beroperasi setiap hari.

“Jadi kami sediakan beragam kuliner mulai, dimsum, sate, steak, gado gado, aneka juice, es pinkuk, brownis kukis, bakso sapi, nasi goreng ayam,  goreng ayam geprek maupun babi metropolitan, yang semua ditawarkan dengan hara terjangkau mulai dari Rp10.000 hingga Rp 25.000,” ujarnya.

Untuk saat ini, Chandra menambahkan Pujasera Dunia Kuliner Jurnatan dibuka setiap harinya mulai pukul 08.00 WIB pagi hingga 18.00 WIB.

“Kapasitas sendiri saat ini lantai satu  mampu menampung 60 pengunjung, dengan fasilitas wastafel, musik, sedangkan lantai dua diproyeksikan dapat menampung di atas 60 pengunjung lebih dan ke depan pujasera ini bakal akan dikembang lebih bai lagi,” tuturnya. (RS)

635
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>