Sebarkan berita ini:

11-DemoSEMARANG[SemarangPedia] – Puluhan aktivis yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Kota Semarang menggelar aksi unjuk rasa, mereka mempertanyakan penundaan eksekusi 10 terpidana mati kasus narkoba jilid tiga, di Kantor Kejati Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang, Kamis (11/8).

Pengunjuk rasa yang berasal dari LSM dan mahasiswa terdiri dari Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat), Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu, dalam aksinya mereka melakukan orasi dan membentangkan poster.

Dalam orasinya mereka menyayangkan terhadap penundaan eksekusi 10 terpidana mati kasus narkoba, karena pemerintah saat ini berjanji akan memberantas narkoba.

Menurut koordinasi unjuk rasa Ahwani, komitmen Presiden Jokowi saat pertama kali dilantik berjanji tidak akan memberi grasi terhadap terpidana mati narkoba.

“Kami merasa ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan komiten Indonesia di dalam pemberantasan narkoba, dan kami menuntut di sini (Kejati Jateng) terhadap komitmen dan konsistensi pemerintah dalam upaya pemberantasan narkoba sampai tuntas,” ujar Ahwani yang juga sebagai aktivis HMI Kota Semarang.

Dia akan mendorong pemerintah segera melanjutkan sisa eksekusi yang tertunda dan melaksanakan eksekusi mati 10 terpidana mati.

Aksi unjuk rasa diakhiri setelah sejumlah perwakilan diterima pihak Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah untuk mendengarkan penjelasan terkait penundaan eksekusi mati. (RS)

100
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>