Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Aliansi Buruh Jawa Tengah kembali menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Jateng, di Jalan Pahlawan, Semarang, Senin. (20/11) Mereka lagi-lagi menuntut penetapan UMK 2018 di Jateng menggunakan survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) 2017.

Koordinator aliansi buruh dari FKSPN Heru Budi Utoyo mengatakan aksi kali ini untuk mengawal sidang pleno penepatan UMK yang berlansgung hari ini Senin.

“Kami kawal agar hasil sidang pleno dewan pengupahan tetap istiqamah memperjuangkan upah buruh di Jateng sesuai yang diharapkan,” ujarnya.

Menurutnya, para buruh menilai penetapan upah berdasar KHL sebenarnya sudah diatur dalam UU 13/2003, Namun, Pemerintah telah menetapkan UMK 2018 berdasar PP 78/2015.

“Kalau tetap ditetapkan dengan PP 78, maka sesungguhnya Pemerintah sedang melakukan pembangkangan konstitusional,” tuturnya.

Menteri Tenaga Kerja beberapa waktu lalu diketahui telah memastikan keputusan UMP itu sudah final, sementara para buruh berpedoman perhitungan UMK di daerah berdasarkan KHL  dalam UU 13/2003

Aksi demo para buruh itu dilakukan mulai pukul 10.30 WIB hingga menjelang petang, dan sempat diperingatkan aparat petugas yang berjaga sejak mereka menggelar aksi itu untuk segera membubarkan diri.

Berdasarkan ketentuan peraturan tentang dasar hukum unjuk rasa pada pasal 28 UUD 1945 dan UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, mewajibkan untuk membubarkan aksi demo selambat-lambatnya pada pukul 18.00 WIB.

Namun, buruh yang berdemo di depan Kantor Gubernur ini tak kunjung membubarkan diri, sedangkan waktu sudah menunjukkan pukul 18.20 WIB.

Aparat yang bertugas segera memberikan peringatan dan mempersiapkan sebuah truk canon water untuk menyemprot air, termasuk dipersiapkan juga gas air mata.

Aris Kurniawan, seorang petugas Satpol PP mengatakan penyemprotan tersebut tidak akan dilakukan selama pedemo tidak melakukan aksi kekerasan.

Beberapa pedemo pun akhirnya membubarkan diri, meski sebagian masih tersia tetap tinggal.

Namun, semepat diwarnai debat antara pedemo dengan aparat kepolisian, yang akhirnya mereka sepakat untuk menjalani rapat konsolidasi.

Rapat tersebut merupakan bentuk mediasi dalam rangka menunggu adanya keputusan tanggapan dari pemerintah tentang kenaikan UMK di Jateng untuk 2018.

Setelah mediasi, akhirnya para buruh itu setuju dan membubarkan diri pada pukul 19.00 WIB. (AR/RS)

48
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>