Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Forum Wartawan Provinsi Jawa Tengah (FWPJT) merealisasikan kerja sama dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kongres Advokat Indonesia (KAI) Jateng, sebagai upaya untuk melindungi aktivitas wartawan dalam melakukan tugas di lapangan terhadap hal-hal yang tidak diinginkan,

Ketua FWPJT Damar Sinuko mengatakan dengan kerja sama itu, KAI akan melakukan perlidungan terhadap para wartawan, terkait pendampingan hukum secara gartis, apabila mengalami masalah pidana maupun kriminalitas saat melakukann tugas dan fungsi sebagai jurnalis.

KAI, lanjutnya, akan mendampingi rekan-rekan jurnalis apabila terkena masalah hukum,pada saat bertugas sebagai jurnalis, sehingga adanya kerja sama ini hanya fokus pada saat bertugas, bukan diluar tugas kewartawanan

“Kami menyambut baik dan terbuka dengan KAI, dan diharapkan kerja para jurnalis bisa dilakukan secara maksimal, apalagi dibantu secara gratis untuk pendapingan hukum,” ujarnya dalam Memorandum of Understanding (MOU) antara KAI dengan FWPJT sebelum acara diskusi terkait Undang-Undang ITE terhadap- Kebebasan Pers, di Hotel Quest, Semarang, Kamis. (28/9)

Sementara itu, Ketua DPD KAI Jateng John Richard Latuihamallo menuturkan perlindungan terhadap insan pers perlu diberikan dan dilakukan secara maksimal, sehingga ke depan bisa memberikan informasi yang seimbang dan terpercaya kepada masyarakat.

“Selain kode etik jurnalistik menjadi rambu-rambu bagi insan pers dalam menjalankan tugas-tugasnya,perlindungan hukum juga bisa dilihat pada UU Pers dan Dewan Pers,” tuturnya.

Menurutnya, dalam pelaksanaan peliputan pers wartawan harus memebrikan sumber informasi yang seimbang dan akurat. Namun, dalam liputan agar tidak terjadi pelanggaran pidana antara pelaku dan korban, maka informasi dabn data yang disjaikan harus seimbang.

“Bagi insan pers agar tidak terjadi pelanggaran hukum, harus memberikan data secara benar dan seimbang,” ujarnya.

Namun demikian, dia menambahkan  tidak semua orang bisa seenaknya menginformasikan data, dikawatirkan ada orang yang merasa dirugikan sehingga bisa melakukan langkah hukum.

Pihaknya, lanjutnya, sebagai advokat akan bersama-sama mendampingi setiap jurnalis yang bertugas dalam mengalami masalah, meski untuk menghindari kasus hukum diharapkan kode etik jurnalis harus dipahami setiap insan jurnalis.

“Bantuan hukum akan kami berikan penuh kepada wartawan anggota FWPJT maupun wartawan lain, sehingga pendampingan akan diberikan secara maksimal,” kata John Richard.

Sementara Sekda Jateng Sri Puryono saat mebuka kegiatan itu menuturkan pihaknya menyambut baik jalinan kerja sama antara KAI dengan FWPJT itu.

Dalam kaitan ini, dia menambahkan pihaknya mengharapkan awak media tetap bekerja sesuai kode etik jurnalistik dan peraturan jurnalis lainnya yang berlaku.

44
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>