Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia ] – Gerakan radikalisme dan terorisme yang tiada henti  mengancam keselamatan masyarakat harus dihentikan dengan berbagai cara, daya dan upaya secepat-cepatnya.

Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Provinsi Jawa Tengah  (FKPT Jateng) Dr Drs Budiyanto SH MHum mengatakan radikalisme dan terorisme harus secepatnya dihentikan melalui berbagai cara, termasuk pelibatan  semua elemen masyarakat bersama aparat keamanan  negara.

“Untuk mewujudkan tekad itu semua eksponen masyarakat harus bergerak bersama untuk melakukan cegah dini terhadap ideologi dan gerakan kejahatan luar biasa ini,” ujarnya saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan “Desiminasi Hasil Survei Nasional dan Penelitian Eksplorasi Kearifan Lokal melalui FKPT Jawa Tengah”.

Kegiatan ini diselenggaran FKPT Jateng  di Hotel Horison Nindya Semarang, Rabu (9/10) dan dibuka Kasi Penelitian dan Evaluasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Puput Agus Setiawan SE MM MH.

Menurutnya, kegiatan cegah dini melalui kegiatan bersama ini harus dilakukan dengan efektif dan tepat sasaran. Oleh karena itu FKPT Jateng  bersama BNPT melakukan penelitian untuk mengenali potensi-potensi dan kearifan lokal yang dapat digunakan untuk mencegah radikalisme dan terorisme itu

Selain itu, lanjutnya, kegatan ini yang sudah dilakukan sejak 2017 dan berlanjut pada 2018 dan 2019  dengan fokus yang berbeda – beda setiap tahunnya, namun tetap saling mengait antara materi yang diteliti dari tahun ke ke tahun berikutnya.

Penelitian pada 2019 lebih difokuskan pada daya tangkal kearifan lokal tutur lisan terhadap ancaman  radikalisme dan terorisme di masyarakat.

Dia menambahkan dari penelitian ini nantinya akan dijadikan bahan masukan dan pertimbangan BNPT dalam mengambil langkah-langkah antisipatif dan preventif untuk mencegah terorisme di masyarakat

Dengan demikian, tutur Budiyanto, langkah-langkah BNPT sebagai lembaga pemangku otoritas penanggulangan Terorisme dalam melibatkan partisipasi masyarakat untuk mencegah terorisme berbasis pada potensi yang melekat pada masyarakat, tidak sebatas perkiraaman-perkiraan saja. (SMH/RS)

10
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>