Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Rapat Paripurna DPRD Jawa Tengah dengan agenda persetujuan DPRD terhadap LKPJ Gubernur dan pengesahan dua Raperda hanya dihadiri 55 anggota dewan, sehingga tidak memenuhi kuarum, di Gedung DPRD Jateng, Senin. (17/4)

Meski demikian, dewan sepakat untuk LKPJ Gubernur  tetap dilanjutkan sementara pengesahan dua Raperda yaitu Sistem Perencanaan-Penganggaran Terpadu dan Raperda Pengelolaan Barang Milik Daerah Jateng ditunda lain waktu.

“Dari absen hanya terdapat 55 orang yang sudah tandatangan. Namun, saat rapat dimulai, yang hadir di ruangan hanya beberapa orang saja. Untuk itu, kami akan menskors rapat, selama lima menit,” ujar pimpinan siding Ahmadi.

Hingga skorsing kedua dilakukan, kehadiran anggota dewan di ruang rapat masih belum memenuhi syarat kuorum.

Untuk itu, pimpinan rapat meminta persetujuan anggota dewan yang hadir, apakah rapat dilanjutkan atau tidak. Akhirnya, disepakati bahwa rapat tetap dilanjutkan tapi hanya untuk membahas soal penyampaian Pansus LKPj 2016, sedangkan dua  agenda lainnya, segera dibahas dalam beberapa hari ke depan.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Gubernur Jateng Akhir Tahun Anggaran 2016, Sriyanto Saputro membacakan hasil pembahasan Pansus serta membacakan 36 rekomendasi pada Gubernur Jateng.

Menurutnya, dokumen laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur pada akhir tahun anggaran 2016 lebih baik dibanding pada tahun sebelumnya.

“Namun, yang perlu dilakukan, LKPj 2016 yakni masih minimnya data mengenai pencapaian pembangunan di tiap daerah. Pansus juga melihat dengan tingkat kesejahteraan masih rendah. Hal itu juga berdampak pada sulitnya pemerintah menurunkan angka kemiskinan,” tutur politikus dari Fraksi Partai Gerindra itu.

Usai sidang paripurna, Ahmadi mengatakan banyaknya anggota dewan yang tak hadir di sidang paripurna LKPJ Gubernur karena banyak anggota dewan bertolak ke Jakarta untuk melaksanakan tugas partai.

“Ini kan seluruh kantor pejabat publik banyak kosong, pejabat publik semua ke Jakarta, bukan hanya dewan, gubernur dan wali kota ke Jakarta, kan tanggal 19 April berlangsung Pilkada DKI Jakarta,” ujarnya. (RS)

105
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>