Sebarkan berita ini:

10-wagubSEMARANG[SemarangPedia] – Pemprov Jateng menyambut positif bakal terbitnya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) Jawa Tengah 2017-2035 yang diprakarsai Komisi B DPRD Jawa Tengah.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko mengatakan raperda itu akan menjadi acuan bagi daerah dalam menyusun rencana pembangunan industri kabupaten/kota.

Menurutnya, melalui raperda tersebut diharapkan dapat mempercepat penyebaran dan pemerataan industri ke seluruh wilayah, sehingga mampu meningkatkan kontribusi di sektor industri.

“Untuk itu, analisis permasalahan dan kondisi daerah merupakan hal yang penting dalam penyusunan rencana pembangunan industri. Jateng juga termasuk provinsi yang mempunyai perkembangan industri kecil dan menengah yang cukup besar,” ujarnya dalam Rapat Paripurna dengan agenda Tanggapan Gubernur terhadap Penjelasan Pengusul atas Raperda (RPIP) di Gedung DPRD Jawa Tengah, Senin (10/10).

RPIP, lanjutnya, harus sinkron dan harmonis dengaan dokumen perencanaan yang lainnya, seperti Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) dan dokumen perencanaan lainnya.

“Pembuatan RPIP harus memperhatikan empat hal, selain rencana peruntukan kawasan industri yang lebih dulu telah ditetapkan di dalam RTRW baik di provinsi maupun di kabupaten/ kota, juga pendayagunaan potensi SDA daerah, peningkatan daya saing berdasarkan potensi masing-masing daerah, serta meningkatkan nilai tambah pada rantai nilai,” tuturnya.

a meminta agar  industri karoseri di beberapa kabupaten/ kota di Jawa Tengah dimasukan ke dalam industri prioritas di dalam Raperda RPIP.

“Produknya meliputi karoseri bus besar, sedang, kecil, minitis pemadam kebakaran dan kendaraan khusus lainnya serta karoseri dump truk, kontainer truk gandeng, dan tangki,” ujarnya.

Di samping itu, dia menambahkan juga industri yang memiliki aspek jumlah unit usaha dan kinerja serta memberikan dampak positif bagi perekonomian Jawa Tengah.

“Seperti industri pangan, industri farmasi, kosmetik dan alat kesehatan, industri tekstil, kulit dan alas kaki, industri alat transportasi, industri elektronik dan telematika, industri logam dasar dan bahan-bahan bukan logam, serta industri kimia dasar,” tuturnya. (RS)

251
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>