Sebarkan berita ini:

16-demoSEMARANG[SemaramngPedia] – Ratusan buruh dari berbagai daerah yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jawa Tengah menggelar aksi unjukrasa di depan pintu gerbang Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Semarang, Rabu sore (16/11).

Mereka memulai aksi unjukrasa dari kawasan Simpanglima Semarang menuju Bundaran Airmancur kemudian berkumpul ke Kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan.

Aksi pekerja itu sempat mengakibatkan arus lalulintas di kawasan Jln Pahlawan dan sekitarnya tersendat, namun petugas kepolisian mengawal ketat aktivitas mereka.

Tidak hanya dilakukan untuk pertama, tetapi aksi unjukrasa itu untuk yang kesekian kalinya dan mereka menuntut pemerintah untuk segera mencabut Peraturan Pemerintah (PP) 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

Menurut Sekretaris KSPI Jateng Aulia Hakim, dalam  PP 78 tantang Pengupahan sangat merugikan para buruh di seluruh Indonesia, karena, dalam penetapan upah bagi buruh di dalam PP itu masih sangat kecil dan tidak sesuai dengan kebutuhan hidup layak (KHL).

“Kami meminta Gubernur Jateng untuk tidak menggunakan  PP 78 tahun 2015 tentang Pengupahan sebagai dasar penetapan upah di kabupaten/kota di Jawa Tengah. Namun, dasar mekanisme penetapan upah kembali kepada undang-undang 13 tahun 2003,” ujarnya.

Di tengah aksi unjukrasa, ratusan massa diguyur hujan yang cukup deras. Meski diterpa angin dan hujan berintensitas tinggi, sebagian besar pengunjukrasa tetap berdiri bertahan mendengarkan orasi, bahkan sebagain berjoget.

Sementara, sejumlah perwakilan unjukrasa diterima Kepala Dinas Ketenagakerja Transmigrasi Dan Kendudukan Jateng di Kantor Gubernur Jawa Tengah. (RS)

79
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>