Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Ratusan mahasiswa prodi pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Unnes Tegal kembali menggelar aksi di Unnes Semarang, Senin. (10/4)  Mereka menolak penutupan PGSD Unnes yang ada di Tegal

Sebelumnya mereka menggelar aksi demo pada pekan lalu di halaman Rektorat Unnes untuk menyampaikan aspirasinya menolak penutupan PGSD Unnes yang ada di Tegal.

Aksi kedua jumlah masiswa lebih banyak mencapai 500 orang lebih dan menggelar aksi karena merasa masih belum puas keputusan Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman yang akan menutup PGSD Unnes di Tegal dan sudah tidak lagi membuka perekrutan mahasiswa baru PGSD di Kota Tegal.

Mereka datang dari Tegal dengan menggunakan beberapa bus dan membawa sejumlah spanduk memprotes kebijakan yang tidak lagi menerima mahasiswa baru di UPP PGSD Unnes di Tegal mulai tahun ini.

Arif Nur Muhammad koordinator aksi mengatakan aksi kali ini merupakan kelanjutan aksi sebelumnya, karena merasa kurang puas dengan hasil kebuoputsa Rektor Unnes

Aksi kali ini, mereka gagal menemui Rektor Unnes, karena yang bersangkutan sedang tidak berada di lokasi sedang ada kunjungan ke Turki dan hanya ditemui oleh jajaran wakil rektor Unnes.

Dlam aksi itu, terlihat sempat terjadi ketegangan antara mahasiswa dan satuan pengamanan (satpam) kampus ketika peserta aksi ingin memaksa masuk Rektorat Unnes mencari rektor maupun wakil rektor untuk mendapatkan jawaban atas tuntutan yang mereka sampaikan.

Ketegangan kembali terjadi ketika mahasiswa melanjutkan aksi usai istirahat mengetahui pintu masuk Rektorat yang terbuat dari kaca digembok dari dalam, namun aparat satuan pengamanan kampus Unnes bersiaga dibantu petugas kepolisian.

“Kami menuntut  membuka kuota mahasiswa baru UPP PGSD Unnes di Tegal sebanyak 160 mahasiswa dengan rincian 112 mahasiswa lewat jalur Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN) dan 48 mahasiswa melalui SPMU atau jalur mandiri,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, perbaikan fasilitas, meliputi pengadaan peralatan praktikum, pengadaan empat proyektor LCD, revitalisasi asrama agar layak pakai, khususnya air bersih, penerangan, tempat tidur, perbaikan WiFi, toilet, dan sebagainya.

Wakil Rektor I Unnes Prof Rustono yang menemui mahasiswa menerima tuntutan mahasiswa dan berjanji akan menyampaikannya kepada lembaga sebagai bahan pertimbangan membuat keputusan, namun dia tidak bisa menjanjikan pemenuhan tuntutan mahasiswa.

“Kami secara resmi menerima tuntutan ini dan akan menjadikannya sebagai bahan pertimbangan keputusan dari lembaga,” ujarnya.

Seperti diketahui pada aksi sebelumnya pekan lalu, Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman mengatakan Unnes tidak menutup prodi PGSD, melainkan hanya mengurangi kuota penerimaan mahasiswa baru karena kegiatan PGSD akan dipusatkan di kampus PGSD Unnes di Ngaliyan, Semarang.

Menurutnya, untuk UPP PGSD Unnes di Tegal, mulai tahun ini memang tidak menerima mahasiswa baru, karena fasilitas yang ada di kampus tersebut tidak memadai dan kurang memenuhi standar, seperti luasan lahan yang terbatas yang menjadi kendala.

124
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>