Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Ratusan massa dari berbagai daerah yang bergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) Jateng menggelar aksi memperingati hari Hak Azasi Manusia (HAM) 2016, mereka menuntut penuntasan pelanggaran HAM yang paling menonjol pada kasus persoalan penyerobotan tanah rakyat.

Aski massa FPR itu dilakukan dengan mendatangi kantor Perum Perhutani dan Kantoran Gubernuran Jateng di Jalan Pahlawan, Rabu. (14/12). Dalam orasinya mereka menuntut penuntasan dan pengusutan pelanggaran HAM, akibat persoalan tanah yang melibatkan pemerintah dan rakyat. 

Bahkan, salah satu orator yang mengaku dari masyarakat Kendeng berorasi di atas mobil komando menyatakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tidak menempati di tengah persoalan kasus pro dan kotra pendirian pabrik semen di Kabupaten Rembang.

“Gubernur sebelumnya telah mengisayaratkan tidak berpihak kepada siapapun dalam persoalan pro kontra pabrik semen Rembang, namun, kenyataannya tidak pernah menemui kami saat datang ke kantor Gubernur, hingga bisa jadi Gubernur Lamis,” ujarnya.

Pengunjuk rasa lain juga menyerukan melalui poster-poster yang mereka bawa dengan gambar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan dibubuhi pesan “Ganjar: Saya tidak keluarkan ijin baru Semen Indonesia” 

Poster itu juga bertuliskan cukup besar dengan kalimat “LAMIS!” yang mengisyaratkan Gubernur tidak berada di tengah kedua pihak antara pro kotra pendirian pabrik semen, namun tersirat duduk pada sepihak. (HN/RS)  

176
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>