Sebarkan berita ini:

5-Aksi NelayanSEMARANG[SemarangPedia] – Ratusan nelayan dan pelaku usaha perikanan di wilayah pantai utara (pantura) Jawa Tengah yang tergabung dalam Front Nelayan Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di gedung DPRD Jawa Tengah Jalan Pahlawan Semarang, Senin. (5/9)

Dalam aksi unjukrasa itu, mereka menolak Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No 2 Tahun 2015 tentang Pelarangan Penggunaan Pukat Hela dan Pukat Tarik di wilayah Perairan Indonesia.

Selain berorasi, sejumlah pengunjukrasa membentangkan spanduk penolakan peraturan Menteri Kelautan dan perikanan terkait pelarangan penggunaan pukat tarik.

Dalam orasinya Koordinator Front Nelayan Bersatu mengatakan peraturan Menteri Kelautan terkait pelarangan penggunaan peralatan cantrang sangat merugikan nelayan dan pelaku usaha perikanan di pantura Jawa Tengah.

Pasalnya, dia menambahkan peralatan tangkap cantrang yang digunakan para nelayan merupakan kunci untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga mereka yang mayoritas dibawah garis kemiskinan.

“Melihat kondisi seperti itu, kami menuntut pencabutan Permen Kelautan dan Perikanan RI no 2 tahun 2015 yang jelas merugikan nelayan dan pelaku usaha perikanan,” ujarnya.

Penolakan itu, lanjutnya, karena tidak didasari dengan sosialisasi dan kajian akademis serta tidak mempertimbangkan aspek sosial ekonomi.

“Dampak Permen itu terhadap para nelayan sangat besar. Mulai dari masalah sosial hingga masalah ekonomi yang kini dirasakan seluruh nelayan,” tuturnya.

Aksi unjuk rasa itu rencananya akan diterima oleh Komisi B DPRD Jawa Tengah yang membidangi sektor kelautan dan kini menunggu diterima anggota dewan itu, bahkan para pengunjukrasa tertahan di pintu gerbang DPRD Jawa Tengah. (RS)

106
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>