Sebarkan berita ini:

Jpeg

SEMARANG[SemarangPedia] – Sebanyak 1.200 karyawan perusahaan jamu PT Nyonya Meneer menggelar aksi mogok kerja sejak pagi hingga sore di jalan raya Kaligawe Semarang, mereka menuntut gaji yang selama lima bulan terakhir ini belum dibayarkan manajamen perusahaan itu segera dipenuhi.

Mereka ramai-ramai mendatangi kantor produksi di jalan Raya Kaliwage itu, dan membawa berbagai atribut dan poster sebagai bentuk kecaman atas kebijakan menajemen perusahaan yang melalaikan hak pekerja. Bahkan aksi dengan menggelar long marc dari arah timur berjalan menuju ke barat dengan memblokir jalur pantura itu dari  arah Semarang-Jakarta, Rabu. (15/6).

Para buruh yang sebagian besar wanita itu melakukan demo karena tidak menerima gaji sejak Januari-Mei atau sudah lima bulan terakhir ini tidak dibayarkan manajemen perusahan jamu tradisional itu.

Aksi mereka juga dilakukan dengan berteriak-teriak di depan gerbang pabrik jamu yang sudah berdiri sejak 1919 tersebut. Perwakilan buruh berorasi, menuntut hak-hak mereka dipenuhi.

Namun, hingga siang hari tidak ada dari pihak manajemen yang menemui pekerja. ”Hidup kami sudah susah, semakin berat karena lima bulan tidak gajian, padahal setiap hari masuk kerja,” ujar seorang pekerja wanita sambil membawa poster berisi tuntutan pembayaran gaji.

Selain menuntut gaji lima bulan yang belum dibayarkan, mereka juga meminta gaji harian yang belum dibayar dengan akumulasi 13 minggu. Kemudian uang makan akumulasi dari Februari 2016 yang juga belum dibayarkan.

Tidak hanya itu, ada tunggakan iuran BPJS Ketenagakerjaan  sejak 2012 sehingga pekerja tidak bisa mendapat hak-haknya.

Tim Advokasi Serikat Pekerja Farkes Reformasi Aan Tawli mengatakan aksi ini menyusul kekhawatiran buruh-buruh bila hak-hak mereka tidak penuhi saat perusahaan dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri Semarang.

Dengan begitu, lanjutnya, pekerja meminta melunasi upah tunggakan yang diakumulasikan sejak Januari-Mei.

Massa buruh PT Nyonya Meneer itu mengancam akan melakukan aksi lebih besar, bila hasil audiensi pada batas waktu tertentu tidak terpenuhi. Ratusan pekerja itu juga akan mengajukan gugatan hubungan industrial terkait hak karyawan.

“Kami akan melihat iktikad baik perusahaan, apakah bisa menunaikan kewajibannya dan kemampuan perusahaan untuk tetap bisa menjadi tempat bekerja bagi karyawan,” ujarnya.

Kuasa Hukum Serikat Pekerja Farkes itu mengatakan sebelumnya pihak manajemen PT Nyonya Meneer berjanji akan mengusahakan pembayaran gaji dan sisa tunggakan. Namun, hingga sekarang belum ada itikad baik untuk menyelesaikan tunggakan.

“Demo akan dilakukan sampai ada keputusan yang menguntungkan pihak buruh, terkait hak-haknya yang tidak ditunaikan oleh perusahaan,” ujarnya. (RS)

 

196
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>