Sebarkan berita ini:

16-demo-pekerja-meneerSEMARANG[SemaranmgPedia] –  Ratusan pekerja PT Nyonya Meneer kembali berjuang dengan menggelar aksi tenda di depan pabrik jamu itu di jalan Kaligawe Semarang, mereka menuntut upah tujuh bulan yang belum dibayarkan oleh perusahaan tersebut.

Perjuangan mereka dengan menggelar aksi keprihatinan tidur di tenda selama 24 jam secara bergantian dan mogok kerja, hingga hak upah, berupa gaji harian, uang makan, uang lembur, tunjangan Hari Raya 2016 serta pesangon pensiun dibayarkan.

Aksi pekerja itu, didominasi kaum wanita berusia sekitar 50 tahunan ke atas yang sudah bekerja rata-rata di atas 25 tahun. Mereka akan terus berupaya berjuang dengan berbagai cara hingga manajemen perusahaan jamu tradisional itu memenuhi tuntutannya.

Menurut Kamsini Rahayu pekerja itu, para pekerja hanya menuntut hak mereka dipenuhi dari gaji yang tertunda, uang makan, upah lembur, THR dan pesangon bagi pensiunan. Tidak ada tuntutan lain.

Berbagai upaya sudah dilakukan, mulai dari menggelar aksi, mogok kerja selama satu minggu, mengadu ke Dinas Ketenagakerjaan Jawa Tengah hingga ke Kantor Gubernur Jawa Tengah. Namun, hal ini belum memroleh tanggapan positif  dari manajamen perusahaan.

Namun demikian,  mereka tidak patah semangat, mengetuk pintu hati para direksi perusahaan agar mememenuhi kewajibannya membayah upah hak buruh yang mencapai sebanyak 700 pekerja.

Hingga saat ini aksi tenda sudah berjalan selama tiga bulan dan para buruh bergantian tidur di tenda itu. Mereka hanya dijanjikan pembayaran upah penuh, tetapi harus menunggu pencairan bank.

“Menurut kabar manajemen perusahaan, akan ada investor mengakuisisi atau ambil alih perusahaan, namun, belum diketahui kepastiannya,” ujar Joko Supriyadi, Ketua Serikat Pekerja Farmasi Kesehatan PT Nyonya Meneer.

Secara keseluruhan, dia menambahkan pembayaran untuk gaji pekerja yang tertunda beberapa bulan terakhir ini akan diusahakan dengan total nilai sebesar Rp 4 miliar.

Aksi beberapa waktu lalu itu tidak hanya tidur di tenda, tetapi mereka sempat memblokir Jl Raden Patah untuk menyampaikan aspirasinya. Bahkan beberapa kali mendatangi Kantor Gubernuran untuk memohon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dapat memfasilitasi pertemuan pekerja dengan manajemen perusahaan tersebut.

95
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>