Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Ratusan petani dari Desa Tambaksomo Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati kembali melakukan aksi demo untuk menolak lagi aktivitas pertambangan yang dilakukan pabrik semen PT Sahabat Mulia Sakti (SMS, setelah sebelumnya gejolak di daerah itu mereda.

Aksi para petani kini kembali muncul, mereka ramai-ramai menggelar demo di depan pintu gerbang Kantor Guber Jateng, Jalan Pahlawan, Selasa, (5/12), mereka meminta Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menghentikan penambangan yang dilakukan anak perusahaan  PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk itu.

Dalam aksi itu, para petani juga menggelar kenduri yang bertajuk doa bersama lintas agama, bertujuan untuk mendoakan keselamatan lingkungan terhadap persoalan yang akan terjadi.

Pemimpin acara kenduri, Gunretno yang menggunakan blangkon dan baju serba hitam ini berorasi dan menghkawatirkan wilayah Jawa Tengah akan sama nasibnya dengan  Jawa Timur dan Jawa Barat.

Menurutnya, rusaknya lingkungan pulau Jawa sebagian besar diduga karena beroperasinya pabrik-pabrik semen yang merusak kondisi dan lingkungan di berbagai wilayah.

Dengan demikia, lanjutnya, para petani disekitar pabrik meminta Gubernur Ganjar Pranowo agar tidak menyetujui atau memberikan izin pendirian pabrik Semen di pegunungan Kendeng, Kabupaten Pati.

“Gubernur Jateng diharapkan dapat terketuk hatinya untuk tidak menyetujui izin perpanjangan untuk pabrik semen di Pati,” ujarnya.

Seperti diketahui PT Sahabat Mulia Sakti berencana akan pendirikan pabrik semen di Kecamatan Kayen dan Tambakromo, Kabupten Pati.

Sementara alokasi area yang akan dijadikan rencana tapak pabrik di dalam dokumen Amdal PT SMS adalah 180 hektare milik 569 warga di empat Desa meliputi Desa Karangawen, Desa Mojomulyo, Desa Tambakromo dan Desa Larangan. Keempat Desa itu merupakan daerah produktif dan subur sebagai lahan pertanian.

“Wilayah itu  sangat tidak layak, jika dirubah menjadi kegiatan industri pertambangan. Bahkan seharusnya Pemerintah mempertimbangkannya untuk mendukung program Ketahanan Pangan Nasional yang selalu disuarakan oleh Presiden, “ tuturnya.

Menurutnya, aksi petani itu juga didukung oleh forum lintas agama dan menyajikan enam tumpeng nasi, dua tumpeng buah dan beberapa hasil tani lainnya yang dibagikan di depan kantor Gubernuran.

“’Kami menggelar aksi guyub dan membawa tumpeng sebagai acara selamatan, yang diharapkan izin pembangunan pabrik semen dapat segera dicabut,”’ ujarnya. (RS)

86
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>