Sebarkan berita ini:

19-Poto Kebonharjo1SEMARANG[SemarangPedia] – Ratusan warga Kebonharjo di Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang yang terkena gusuran siap menggugat PT KAI senilai Rp7 miliar, akibat mengalami kerugian yang tidak sedikit nilainya.

Sedikitnya 29 pengacara yang tergabung dalam Tim Pembela Warga Kebonharjo telah menyiapkan gugatan dan telah memasukan perkara gugatan bernomor register 239/Pdt.G/2016/PN.SMG ke Pengadian Negeri (PN) Semarang .

Budi Sekoriyanto Pengacara warga Kebonharjo mengatakan kliennya melakukan gugatan kepada  PT KAI karena dampak aksi penggusuran rumah pada 19 Mei lalau telah mengakibat ratusan warga di Kebonharjo mengalami kerugian.

“Penertiban yang dilakukan oleh KAI dinilai telah melanggar hukum, bahkan tidak sesuai dengan undang-undang,”  ujarnya Senin. (6/6)

Menurutnya, aksi warganya untuk melawan KAI hingga kini belum usai hingga babak maju ke mejau hijau mulai diupayakan. Dengan menggugat diharapkan warganya segera mendapatkan ganti rugi materil senilai Rp 7 miliar.

“Bahkan Kapolrestabes Semarang juga ikut sebagai pihak tergugat. Kerugian material diderita

Proses penertiban, lanjutnya,  dengan merusak puluhan rumah milik warga dengan alat berat tanpa melalui eksekusi dari Pengadilan Negeri jelas-jelas melawan hukum.

“Kondisi itu menjadi pedoman menggugat PT KAI, karena pembongkaran yang dibantu ribuan polisi sudah melawan hukum. Apalagi juga meresahkan warga dan mengakibatkan seorang warga meninggal di lokasi kejadian,” ujarnya.

Dia mengatakan pembongkaran rumah mengakibatkan para tergugat dilanda kecemasan, takut dan tidak tentram hidupnya, sehingga sudah layak menuntut para tergugat membayar uang ganti rugi imateriil Rp50 miliar. Bahkan total kerugian yang seharus diajukan kepada para tergugat adalah sebesar Rp 57 miliar.

Sementara itu, Manager Humas PT KAI Daop IV Semarang, Gatut Sutiyatmoko mengatakan siap menghadapi gugatan warga Kebonharjo.

Dia menuturkan silahkan warga untuk menggugat, karena itu jadi hak tiap warga negara Indonesia. Melalui proses hukum memungkinkan keadilan bisa diperoleh.

108
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>