Sebarkan berita ini:

SEMARANG[Semarangpedia] – Aksi ratusan warga yang bergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) yang menolak pendirian pabrik PT Semen Indonesia di Rembang yang rencana menginap dengan mendirikan tenda di depan pintu gerbang Kantor Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Senin petang (19/12) akhirnya membubarkan diri.

Warga yang sempat mendirikan tenda sejak Senin siang itu terpaksa mengemasinya. Termasuk merapikan berbagai peralatan aksi mereka mulai dari atribut spanduk, poster yang berisi tuntutan dan berbagai peralatan pengeras suara digunakan untuk demo.

Aturan yang mengharuskan unjuk rasa harus bubar pada pukul 18.00 WIB, membuat mereka mentaati aturan tersebut, sehingga unjuk rasa tidak  dilakukan selama 24 jam.

Menurut Koordinator aksi Joko Prianto, sesuai aturan yang mengharuskan unjuk rasa selesai jam 18.00wib, Aksi akan dilanjutkan besok pagi  (Selasa, 20/12) pukul 07.00 WIB.

“Sesuai aturan yang berlaku mengenai batas waktu unjuk rasa, aksi akan kami lanjutkan besok pagi (Selasa, 20/12)  pukul 07.00 WIB, hingga tuntutan kami terpenuhi oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo,” ujarnya.

Ratusan warga ini tidak pulang ke daerah sepanjang Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mau mencabut izin dan menghentikan pabrik semen di Rembang.

Mereka akan tetap berada di sekitar kantor Gubernur. Bahkan warga akan menyebar di beberapa tempat untuk menginap, selain sebagian mereka  menuju ke Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) di Jalan Sriwijaya, Kota Semarang juga tempat lain.

Aksi yang dilakukan warga kembali berunjuk rasa di Kantor Gubernur Jawa Tengah ini terkait gugatan PK terhadap semen gresik yang di ajukan ke Mahkamah Agung (MA) pada 5 Oktober 2016 dimenangkan oleh warga yang menolak. Namun,  dengan adanya keputusan tersebut, warga menuntut izin lingkungan yang diterbitkan gubernur harus segera di cabut dan menghentikan aktifitas pembangunan pabrik semen gresik di kawasan pegunungan kendeng. Namun pabrik semen itu masih terus berlanjut beroperasi. (HN/RS)

217
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>