Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang AM Jumai mengatakan pihaknya akan terus mengawal kasus Pork Festival yang sejak tahun lalu sudah dikomunikasikan dengan penyelenggara, namun tahun ini terulang kembali.

Dia berharap kepada panitia penyelenggara untuk dapat menjaga pernyataan yang sudah disepakati dan ditandatangani bersama di Polrestabes Kota Semarang hari ini, Jumat.  (20/1)

“Kami juga sangat menyayangkan terhadap pernyataan Firdaus Adinegoro Ketua Panitia Penyelenggara Pork Festival Sri Ratu yang justru semakin liar  dan tidak bisa memegang  janjinya,” ujarnya, Jumat. (201/1)

Menurutnya, ormas -ormas Islam yang ada di Kota Semarang tetap akan selalu bersatu padu  untuk menggerakkan massa, jika panitia tetap nekad menyenggarakan Festifal Olahan Babi tersebut.

Bagi Pemuda Muhammadiyah, lanjutnya, sangat tidak etis dan tidak elok jika Festival Olahan Babi diselenggarakan di tengah-tengah sebagian besar pemukiman komunitas muslim.

Selain itu, dia menambahkan tempat penyelenggarakan  acara tersebut sangat dekat dengan Kauman dan Masjid Besar yang dibanggakan warga muslim.

“Penyelenggaraan Festival Olahan Babi tersebut  mencederai Kota Semarang  sebagai kota religious,” tuturnya.

Jumai yang juga pengurus KADIN Kota Semarang ini meminta agar pihak Kepolisian tidak memberikan ijin  acara tersebut dan  tidak membiarkan adanya gesekan antara warga yang diakibatkan dari acara tersebut.

“Kami akan konsultasikan hal ini kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI), Walikota Semarang  dan pihak-pihak terkait atas tindakan Firdaus yang mencederai pernyataan yang telah disepakati bersama,” ujarnya.

Disamping itu, lanjut Jumai, jika acara itu dapat diartikan sebagai upaya menantang dan memprovokasi kepada anggota masyarakat muslim  yang mengharamkan daging babi untuk bereaksi.

Apalagi, pusat perbelanjaan Mall Sri Ratu yang jadi lokasi acara berada di kawasan yang mayoritas penduduknya umat Islam.

Surat Pernyataan Bersama

Jumai pun menghargai jika komunitas non muslim yang suka makanan olahan babi, namun sebaiknya acara itu digelar untuk kalangan terbatas dan tidak dipublikasi luas.

“Silahkan tetap digelar tapi khusus untuk internal komunitas pecinta babi saja dan itu tertutup,” tuturnya.

Kegiatan kuliner Pork Festival rencananya akan digelar pada  23-27 Januari 2017 di Pasaraya Sri Ratu Jalan Pemuda Semarang itu, mendapat penolakan keras dari Ormas-ormas Islam, di antaranya  Pemuda Muhammadiyah, HMI, Himpunan Pengurus Masjid dan Musholla, KAMMI, PMII, Tapak Suci, Ikatan Pelajar Muhammadiyah(IPM), Nasyiatul Asyiah, Forum Dosen Muslim Indonesia, Brigade 212 Semarang, Mahasiswa Pencinta Islam (MPI), Bina Khoiro Ummah, Ansharus Syariah Semarang, IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah), Pemuda Parlemen Indonesia (PPI) ,Aisyiyah, Formis(Forum Persatuan Muslim Semarang, MCI ( Mualaf Center Indonesia ) Semarang.

Jumai menuturkan jika Lembaga Bantuan Hukum Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang dalam waktu dekat akan mensomasi kepada penyelenggara  Pork Festival tersebut.

Pemuda Muhammadiyah mengkhawatirkan acara yang bertajuk menjelang perayaan keagamaan ini akan terjadi hal-hal yang dapat merusak kehidupan toleran yang ada di Kota Semarang yang sekarang ini sudah terjalin cukup baik. (RS)

412
Sebarkan berita ini:

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>