Sebarkan berita ini:

5- JatengparkSEMARANG[SemarangPedia] – Pembangunan proyek wisata Jateng Park senilai Rp3 triliun yang dijadwalkan direalisasikan awal 2017 bakal molor lagi, menyusul pembentukan perusahaan patungan antara Pemprov Jateng dengan Perum Perhutani mengalami kemunduran.

Pemprov Jateng sebelumnya telah menyepakati dalam pembentukan perusahaan baru itu akan menyetor modal sebesar Rp4,9 miliar melalui PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT) untuk pengelolaan  pada pembangunan proyek rekreasi Jateng Park.

Sementara PT Perhutani melalui PT Perhutani Alam Wisata (Palawi) akan menyetor senilai Rp5,1 miliar dengan menguasai saham Jateng Park sebesar 5,1% dan Pemprov Jateng 4,9%.

Modal awal SPJT akan menyetorkan sebesar 25% dari modal keseluruhan Rp 40 miliar, sedangkan Palawi akan menyetor 5,1% atau sebesar Rp 5,1 miliar pada perusahaan baru yang akan dibentuk itu.

Kepala Biro Bina Produksi Sekretariat Daerah Jawa Tengah Peni Rahayu mengatakan modal itu bukan untuk pembangunan fisik Jateng Park. Namun, untuk kegiatan awal seperti pembuatan dokumen amdal.

Pembentukan perusahaan patungan itu, lanjutnya, bakal terancam molor lagi, akibat Pemprov Jateng dengan Perum Perhutani akan mengubah pola kerja sama serta adanya pergantian Direktur Perum Perhutani yang juga mengubah kebijakan yang diambil oleh Direktur sebelumnya.

Menurutnya, kebijakan Direktur Perhutani yang baru agar pembentukan perusahaan patungan atau New Company (Newco) tidak perlu melalui PT Palawi seperti kesepakatan sebelumnya melainkan langsung dengan Perum Perhutani.

“Dengan demikian, untuk membentuk Newco, langsung antara Pemprov dengan Perhutani tanpa melalui PT Palawi, mengingat Perhutani  mengkhawatirkan dalam pengelolaan hutan ke depan tidak professional,” ujarnya, Jumat. (2/12)

Selain itu, dia menambahkan selama penanganan oleh PT Palawi dinilai sangat lambat, sehingga dalam waktu dekat, Pemprov akan melakukan pertemuan dengan Perhutani untuk membahas perubahan kerja sama itu.

Proses pembangunan Jateng Park, lanjutnya, masih pada tahap penyelesaian rencana usaha. Perum Perhutani Divre Jateng telah menunjuk Universitas Diponegoro untuk pembuatan rencana bisnis yang lebih detil dari masterplan yang sudah disusun tahap awal.

Rencana bisnis yang semula ditargetkana selesai Juni lalu,  ternyata juga sempat mengalami kemoloran. Rencana bisnis ini akan mendetailkan master plan yang telah dibuat pada 2015 lalu.

Dia menuturkan sebelum melakukan pertemuan, Pemprov diminta Dirut Perhutani untuk mencermati ulang hasil kajian Bisnis Plan yang dilakukan oleh tim dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu, untuk melengkapi hasil studinya.

“Ini bukan berarti hasil kajian sebelumnya buruk. Tapi pencermatan ini  untuk mencari lagi kemungkinan ada nilai lebih yang bisa dimasukan,” tuturnya.

Sebelumnya sejumlah investor berminat mendirikan Jateng Park di kawasan tersebut, namun mereka terbentur dengan perizinan dari Kementenrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), karena lahan di kawasan itu sebagian besar miliknya Perum Perhutani.

Kondisi itu, mengakibatkan rencana Pemprov Jateng mewujudkan kawasan wisata tersebut tertunda hingga beberapa tahun terakhir, meski proyek wisata sudah ditawarkan kepada investor sejak 2010.

Investasi pembangunan Jateng Park juga mengalami perubahan dari semula direncanakan sebesar Rp2 triliun akan membengkak menjadi Rp3 triliun, karena terjadi ada pembangunan jalan simpang susun dan jalan masuk berikut lampu penerangan.

Terkait investor, dia menambahkan sejauh ini sudah ada sejumlah pemilik modal baru yang berminat untuk terlibat dalam pembangunan Jateng Park di antaranya perusahaan dari Malaysia, Singapura, dan beberapa pemodal lokal.

Kawasan wisata Jateng Park di Wana Wisata Penggaron, Kabupaten Semarang itu sudah dipastikan segera dibangun, setelah sebelumnya tertunda-tunda akibat sejumlah investor yang berminat gagal merealisasikan.

“Bahkan peletakan batu pertama pembangunan Jateng Park itu kini masih menunggu hasil rapat dua sampai tiga pekan mendatang, kita mau membahas dulu dengan Perum Perhutani, seperti apa model kerja sama yang baru itu,” ujarnya. (RS)

 

 

428
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>