Sebarkan berita ini:

1SEMARANG[SemarangPedia] – Ribuan buruh dari berbagai wilayah Minggu Siang (1/5) Nampak memadati lapangan GOR Trilomba Juang Semarang, yang dijadwalkan menjadi  tempat utama peringatan Hari Buruh Sedunia (May Day) yang jatuh pada setiap 1 Mei.

Sejak Pkl 08.30 WIB mereka sudah memadati Jalan Pahlawan Semarang untuk melakukan orasi singkat, mengingat massa dari kalangan buruh terus berdatangan membuat Jalan Pahlawan Semarang dan Taman KB ditutup sementara.

Dengan menggunakan sepeda motor dan truk, mereka berjalan perlahan menuju GOR Trilomba Juang untuk bergabung dengan buruh lainnya se wilayah Semarang dan sekitarnya.

Aparat kepolisian yang berjaga pun akhirnya harus membubarkan PKL car free day yang berada di Jalan Menteri Supeno agar ribuan buruh bisa melewati menuju GOR Trilomba Juang.

Dalam orasinya mereka membuat petisi May Day yang di antaranya menolak dan menghapus sistem kerja kontrak dan outsourcing, bubarkan BPJS dan kembalikan ke sistem ketenagakerjaan, serta hapus PP 78 tahun 2012. Para pekerja juga menuntut upah layak.

Hari buruh se-dunia 1 Mei dan ditetapkan sebagai hari libur Nasional di Indonesia menjadi ajang untuk memperjuangkan harkat dan martabat buruh, termasuk di Semarang berbagai orasi dimulai dari Simpang Lima kota Semarang hingga GOR Tri Lomba Juang dan diikuti oleh 6 federasi serikat buruh.

Keenam Federasi terdiri Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (FKSPN), Federasi Serikat Pekerja Independen (FSPI), Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan dan Umum (FSM KEP), Federasi Serikat Pekerja (Kahutindo), Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan Reformasi, (FSP Farkes Ref), Yayasan Annisa Swasti (Yasanti) dan Buruh dari Jurnalis.

Kegiatan hari buruh itu, juga dihadiri pejabat terkait selaku triparti dalam hubungan industrial di antaranya Hendrar Prihadi selaku Walikota Semarang dan Budi Wibowo Asisten III Mewakili dari Gubernur Ganjar Pranowo.

Ketua Umum DPW KSPN Jawa Tengah, Nanang Setiyono mengatakan keenam federasi ini sepakat untuk tidak ada pembentukan deklarasi partai politik. “Buruh tidak ingin terlibat dalam partai politik,” tuturnya.

Sementara itu, Walikota Semarang Hendrar Prihadi mendukung dan menghargai apapun upaya para buruh termasuk menyepakati untuk tidak terlibat dalam partai politik.

“Pilihan tidak berpolitik dari buruh ini harus dihargai dan di beri apresiasi,” ujarnya.

“Dalam perjuangan May Day kali juga dipikirkan bagaimana buruh  bisa beli rumah dengan harga yang terjangkau ,dan di tahun depan pemerintah siap memfasilitasi peringatan May Day yang dilakukan buruh,” tuturnya.

Sementara Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Semarang tidak ketinggalan ikut dalam acara Hari Buruh Sedunia itu, mereka dengan membawa poster bertuliskan “jurnalis juga buruh”, “jurnalis tuntut upah layak”, perusahaan wajib beri jaminan sosial bagi jurnalis”, mereka beraksi di antara buruh dari serikat pekerja di Jawa Tengah

Edi Faisol, pengurus AJI Kota Semarang menuturkan hasil surveri divisi advokat AJI Kota Semarang menunjukkan 52% jurnalis lokal masih kurang sejahtera. Mereka tidak mendapatkan jaminan sosial, dan gaji pokok.

“Dari survei itu ternyata media nasional televisi koran maupun online tidak memberikan upah secara bulanan. Ini yang  menjadi permasalahan karena jurnalis tidak hanya profesi tapi juga pekerja mereka layak dilindungi undang-undang,” ujarnya.

Di lokasi lain, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta laporan lengkap perusahaan yang masih melanggar tidak meliburkan karyawannya pada May Day itu.

“Hari Ini masih banyak komplain ke saya banyak yang tidak libur, ini sangat disayangkan, seharusnya libur. May Day is holiday. Saya akan minta didata mereka (perusahaan pelanggar),” ujar di sela-sela Peringatan Hari Buruh Sedunia di PT Sandang Asia Maju Abadi, Kawasan Industri Wijayakusuma, Kota Semarang.

Peringatan Hari Buruh itu juga dihadiri sejumlah isteri menteri Kabinet Pembangunan Kerja yang dipimpin Ma’rifah Hanif Dzakiri (Isteri Menteri Tenaga Kerja Hanif Dzakiri) dan isteri Wali Kota Semarang Tia Hendrar Prihadi. Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono beserta pejabat Muspida Jateng juga menjadi tamu kehormatan.

Menurut Ganjar, paradigma May Day yang hanya berarti hari demonstrasi sudah usang. Sekarang May Day adalah harinya buruh, maka banyak kegiatan yang bisa dilakukan.

Pemprov Jateng sendiri menggelar peringatan Hari Buruh di 27 kabupaten kota. D iantaranya yang dihadiri Ganjar adalah jalan sehat ribuan buruh di Kabupaten Semarang, panggung gembira dan pemeriksaan kanker serviks buruh perempuan di Kawasan Industri Wijayakusuma Kota Semarang, serta dialog dengan ribuan buruh di Kendal.

“Kalau masih ada demo ya tidak apa-apa, itu kan penyampaian aspirasi. Tapi harapannya semua dilakukan dengan tertib, aman, damai, dan gembira,” ujar Ganjar.

Dia meminta para pengusaha untuk memperhatikan hak-hak buruh. Selain membayarkan upah minimum sesuai ketentuan, juga hak-hak lain seperti tunjangan hari raya, sarana kesehatan, dan BPJS Ketenagakerjaan.

153
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>