Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Pengukuhan Front Pembela Islam (FPI) Cabang Kota Semarang gagal direalisasikan, aikbat sejumlah elemen masyarakat melakukan penolakan yang mendatangi rumah Advokasi FPI Jateng Zaenal Petir, di Jln Pergiwati I No 19 Bulu Lor, Semarang Utara, Kamis malam. (13/4)

Sejumlah elemen Kota Semarang yang tergabung dalam Garda Nasional Patriot Indonesia (Ganaspati) ramai-ramai mendatangi markas FPI di Bulu Lor itu, mereka menolak pembentukan FPI di Kota Semarang, karena menilai ormas pimpinan Rizieq Shihab itu mengusung gerakan anti-Pancasila yang jelas-jelas meresahkan bangsa Indonesia.

Penolakan warga dimulai sejak beberapa hari terakhir dan puncaknya terjadi pada Kamis malam itu dengan diawali ribuan warga yang mulai mendatangi markas FPI di Bulu Lor, Namun aparat kepolisian dengan 400 personil telah mengantisipasi dengan melakukan pengamanan di lokasi tersebut.

Situasi yang mulai terlihat semakin tegang, akhirnya diadakan audiensi dengan mendatangkan perwakilan ormas yang menolak FPI dengan pihak FPI yang diwakili Adbokasi FPI Zaenal Petir, Ketua DPD FPI Jateng Rofiudin dan Ketua FPI Temanggung Sihabudin.

Dalam Dialog Wakil Ketua Laskas Merah putih Iwan Cahyono mengutaraan penolakan pembenukan FPI Cabang Kota Semarang. Bahkan dia juga kecewa terhadap Zaenal Petir yang meupakan salah satu Komisioner Komisi Informasi Publik justru menjadi bagian dari ormas FPI.

Sementara KH Ahmad Rofii, Pentolan FPI Jateng berdalih ormasnya hanya ingin menanamkan pendidikan moral Pancasila yang luntur sejak lama.

“Kita kan bisa bermusyawarah dan  menjunjung tinggi Pancasila, ya harus diselesaikan dengan permusyawarakatan. Tida ada anti-Pancasila. Kalau ada yang beda pendapat kita minta maaf,” ujarnya.

Ratya Mardika, Ketua Ganaspati secara tegas menolak pembentukan markas FPI di Kota Semarang. Bahkan tak segan beradu fisik dengan laskar ekstrem tersebut. “Kita tidak takut bentrokan. Pokoknya hari ini dibatalkan kalau tidak mau berhadapan dengan kita silahkan,” tuturnya dengan nada tinggi.

FPI sejak lama melanggar nilai-nilai Pancasila yang menjunjung tinggi sikap pluralisme. Ormas ekstrem itu, katanya bahkan kerap menghasut untuk melakukan razia yang meresahkan masyarakat luas.

“Saya pernah ketemu dengan mereka saat berceramah di Wonosobo. Mereka anti-Pancasila. Makanya, saya tidak ingin mereka menginjakkan kakinya di Semarang. Apalagi, mereka jadi biang rusuh dimana-mana,” ujarnya.

Dialog yang kian memanas nyaris membakar emosional massa dapat cepat mereda setelah Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji tiba di lokasi kejadian. Dia menegaskan pembentukan FPI malam ini resmi dibatalkan.

Dia tak ingin wilayahnya dikotori dengan keberadaan ormas yang kerap bikin onar ditengah masyarakat. “Kita menolak, sekaligus dengan ini menyatakan pembatalan pembentukan FPI Semarang. Karena ormas ini sering berbuat onar. Sering meresahkan warga dengan mensweeping tanpa izin,” tuturnya.

Untuk meredam amuk massa, Abiyoso juga meminta petinggi FPI untuk mengurungkan niatnya. Bahkan tidak ada untungnya membentuk markas FPI di Ibukota Jateng.

“Apa untungnya ada FPI. Indonesia sudah aman. Jangan sampai mereka bernasib tragis seperti Rizieq Shihab yang ditolak warga Dayak di Kalimantan Barat,” ujarnya.

Barang siapa yang memancing kerusuhan, kata Abiyoso, maka aparat kepolisian tidak segan-segan akan membinasakan.  Maka mereka harus menahan diri.

186
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>