Sebarkan berita ini:

WONOGIRI[SemarangPedia] – Pesta rakyat merayakan hari Jadi Provinsi Jateng ke-69 terlihat begitu meriah yang dipusatkan di Alun-alun Giri Krida Bakti Kabupaten Wonogiri, Jumat (23/8). Pesta rakyat yang dibuka oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ini akan berlangung selama tiga hari hingga berakhir Minggu 25/8) mendatang.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono KS selaku Ketua Panitia Pesta Rakyat itu mengatakan dlam pesta raykat ini digelar sebanyak 22 kegiatan yang mengakomodasi kearifan lokal, kelompok usia, pembangunan daerah, bahkan pembangunan spiritual.

“Pesta Rakyat yang mengusung tema “Ngrumat Bebrayan Mbangun Jawa Tengah” ini, , rakyat akan diajak menikmati pameran produk kriya Dekranasda, gelar kelompok usaha bersama (KUBE) berprestasi, Dekranasda Carnival, kethoprak eksekutif yang dimainkan oleh para pejabat, dan parade seni budaya. Selain itu, disuguhkan pentas musik lokal maupun nasional,”ujarnya.

Bahkan, lanjutnya, tidak sekadar diajak melihat, rakyat pun didorong untuk mengambil bagian dalam kegiatan yang diselenggarakan. Mereka dapat mengikuti job fair, lomba olahraga dan kesenian, lomba desain batik Dekranasda, senam bersama dan jalan sehat, Wonogiri funbike, Seminar Apresiasi Nilai-Nilai Sejarah Perjuangan Bangsa, Dialog dan Jateng Bersholawat.

Rakyat, dia menambahkan juga bisa mendapat layanan kesehatan, layanan umum kependudukan, dapur umum, dan layanan pendampingan perizinan. Pemerintah juga membagikan sebanyak 2.000 bungkus sembako senilai Rp 70.000 secara gratis.

“Nilai sembako ini Rp70.000. Rencana awal kami, masyarakat hanya menebus Rp10.000. Namun Pak Bupati (Wonogiri) minta masyarakat tidak usah membayar. Terima kasih Pak Bupati,” tuturnya.

Menurutnya, Pesta Rakyat yang diselenggarakan bukan hanya untuk hiburan lahiriah, tapi juga memenuhi kebutuhan batiniahyang diharapkan rakyat akan gembira, sehat, sekaligus terbangun karakter spiritual yang semakin baik.

Sementara itu, kehadiran Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo disambut ratusan orang yang menampilkan kesenian Kethek Ogleng khas Wonogiri.

Menurut Ganjar, kesenian itu terhitung unik dan menarik, bahkan bisa terlihat dari gerakan mereka, tampak terlihat kebersamaan, nilai persaudaraan dan gotong royong, selaras dengan tema Pesta Rakyat “Ngrumat Bebrayan Mbangun Jawa Tengah”.

“Saya membayangkan kalau seribu penari kayak apa ya, maka seni budaya ini kita tampilkan di Pesta Rakyat. Mengapa? Karena sebenarnya kita tidak hanya punya seni tapi ada nilai budaya” ujarnya.

Dalam Pesta Rakyat itu, ribuan orang tumpah ruah di alun-alun Wonogiri, baik masyarakat dan tamu undangan memadati lokasi tersebut sejak pagi hari. Dari anak muda hingga dewasa, mereka turut memeriahkan acara tersebut.

Namun ada yang lain dalam perayaan itu. Barisan puluhan galon isi ulang yang berjajar di pinggir-pinggir lapangan cukup menarik perhatian publik.

Galon isi ulang tersebut sengaja disiapkan untuk minum masyarakat, mengingat selama perhelatan berlangsung, tidak ada air minum dalam botol plastik yang disediakan panitia.

Perayaan HUT Pemprov itu juga ikut mengkampanyekan gerakan pengurangan sampah plastik dan b galon isi ulang yang disediakan panitia agar dapat dimanfaakan untuk minum para pengunjung. (RS)

 

 

 

6
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>