Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia]- Manager Afgan, Antonius Alexander dan Afganisme perwakilan para penggemar Afgan, Karlina Kusuma Ningrum resmi melaporkan Riyani S atau nama lengkapnya Riyani Sinta Dewi Owner PJS Entertainment kepada Polrestabes Semarang, Selasa Siang. (25/4) dan segera disusul General Manager Hotel Horison Semarang Y Adi Danindra akan melaporkan hal serupa.

Manager Afgan Antonius Alexander mengatakan kasus dugaan penipuan konser Afgan resmi telah dilaporkan ke aparat Kepolisian dan semua berkas kontrak kerja sama telah dilampirkan hingga diharapkan pihak Kepolisian dapat segera menindaklanjuti.

“Kami resmi melaporkan Riyani S Owner PJS Entertainment kepada pihak Kepolisian, karena mengingkari janji beberapa kali akan mengembalikan semua kerugian kontrak kerjasama yang dibatalkan sepihak,” ujarnya usai melaporkan kasus pembatalan konser Afgan, di Polrestabes Semarang, Selasa. (25/4)

Menurutnya, jalur hukum itu tetap akan ditempuh, karena Riyani S Owner PJS Entertainment telah mengingkari sepihak kontrak kerjasama penyelenggaraan konser Afgan yang telah ditandatangi bersama.

“Kami dari perwakilan Trinity Optima (Tim Afgan) resmi melapokan Riyani S Owner PJS Entertainment ke Polrestabes Semarang, karena telah merugikan pihak Manajemen Afgan,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, Manajamen Afgan melaporkan kasus itu, sekaligus untuk mempertahankan citra nama baik Afgan di mata penggemarnya. Bahkan pembatalan konser Afgan sendiri muaranya dari pihak PJS  Entertainment yang mengaku telah mentransfer uang kontrak konser itu ke pihak Manejemen Afgan menjelang hari H penyelegaraan konsernya.

Namun, dia menambahkan kenyataannya hingga saat ini  transfer uang dari pihak Entertainment kepada rekening  Manajemen Afgan belum pernah direalisasikan.

Konser tunggal yang berthema ‘Afgan Live In Semarang 2017’ rencananya digelar untuk mengobati rasa rindu bagi para penggemar Afgan di Kota Semarang. Dalam konser, Afgan akan membawakan tembang terbaru Afgan dalam album studio keempat yang dirilis pada 2016 terdiri  “Knock Me Out”, “Percayalah” dan “Kunci Hati akan dibawakan untuk menumbuhkan romatisme.

Dalam konser itu, semula rencana ada 28 personel manajemen Afgan dan termasuk pula band yang akan mengiringi perfrom Afgan tampil di atas panggung, Afgan dijadwalan  menembangkan sebanyak 14 lagu hits.

Namun, konser tunggal Afgan tiba-tiba oleh PJS Entertainment sebagai Event Organizer (EO) penyelenggara konser itu membatalkan akibat menghadapi persoalan finansial.

“Manajemen dan Afgan sendiri sangat kecewa dengan pembatalan ini dan mohon maaf kepada semua penggemarnya di Semarang. Namun, ke depan Afgan pasti bakal menyapa semua penggemarnya di Ibukota Jateng ini, percayalah Afgan pasti bakal dapat manggung di Semarang,” tutur Antonius.

Sementara selang beberapa jam kemudian di hari yang sama, giliran Afganisme perwakilan para penggemar Afgan, Karlina Kusuma Ningrum juga secara resmi melaporkan kepada Polrestabes Semarang dengan kasus yang sama.

Karlina menuturkan pihaknya mewakili para penggemar Afgan yang terlanjur membeli tiket dan laporan kepada pihak Kepolisian itu juga dilampiri tandatangan mereka semua.

Pembatalan konser Afgan di Semarang, lanjutnya, telah merugikan penggemar Afgan dengan total nilai Rp83.837.000, belum termasuk penggemar Afgan yang datang dari Malaysia, Singapura dan Kalimantan yang ikut terlanjur membeli tiket konser itu.

“Kasus itu dilaporkan kepada pihak kepolisian atas kesepakatan bersama para penggemar Afgan yang telah dirugikan, selain Riyani S Owner PJS Entertainment telah membawa kabur uang tiket sebesar itu,” tuturnya.

Langkah itu, juga segera diikuti oleh Manajemen Hotel Horison Semarang yang kini tengah mempersiapkan pengacara untuk menempuh jalur hukum.

General Manager Hotel Horison Semarang Y Adi Danindra mengatakan pihaknya juga secepatnya segera menyusul  akan melaporkan kepada pihak Kepolisian dan kini telah menyiapkan pengacara untuk menempuh jalur hukum hingga penanganan kasus itu tuntas.

“Manajemen Horison telah dirugikan akibat pembatalan konser Afgan itu, semua admistrasi pembayaran biaya persewaan gedung  Krakatau Ballroom dan fasilitas lain yang digunakan  PJS Entertainment hingga saat belum dilunasi,” ujarnya . (RS)

407
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>