Sebarkan berita ini:

17-Sepatu JatiSEMARANG[SemarangPedia] – Limbah dedaunan yang sering dijumpai di berbaga tempat dan biasanya menumpuk atau hanya dikumpulkan warga serta dibakar, ternyata melalui tangan Rozi Setiadi dapat disulap menjadi barang yang memiliki nilai seni dan nilai jual cukup tinggi.

Menurut pria pria asal Pekalongan ini, memilih limbah daun sebagai bahan dasar kerajinan membuat sepatu adalah mudah ditemukan di mana saja, termasuk di sekitar tempat tinggalnya. Selain itu sampah daun yang sudah terkena sinar matahari, kehujananpun, hasilnya masih sangat baik.

Rozi dengan bersemangat menunjukan beberapa hasil produk kerajinan karyanya dari berbagai barang sudah tidak terpakai yang dipajang di stand Kota Pekalongan di arena Jateng Fair 2016 yang digelar di kawasan Tawang Semarang.

Salah karyanya sepatu yang terbuat dari daun jati sangat mengagumkan dan terlihat sangat seni dengan warna aslinya daun jati itu.

Dia menuturkan pengalamannya untuk menemukan formula yang bagus agar sepatu berbahan baku daun jati itu memiliki kualitas  dan nilai seni yang tinggi memang memerlukan perjalan panajang.

“Sepatu daun jati ini hasil riset saya selama setahun, yang akhirnya sekarang dapat formula lapisan karet yang saya temukan untuk melapisi daun agar tetap natural dan kuat, tidak patah ataupun mudah sobek” ujarnya kepada Semarangpedia.com, Selasa. (16/8)

17-Sepatu Daun JatiDengan dilapisi karet, tutur Rozi, daun tetap terlihat natural serta sepatunya menjadi nyaman dan jika terkena air tidak tembus ataupu mudah rusak.

Menurutnya, lapisan karet yang ditemukan merupakan risetnya selama berkali-kali mengalami kegagalan, namun, tidak patah semangat untuk terus mencoba dan mencoba lagi hingga menghaslkan formula yang bagus.

“Kunci saya menemukan itu hanay butuh kesabaran, tekun dan tidak putus asa, “tuturnya

Rozi mengatakan lapisan karet yang ditemukannya kini dinamakan Lapisan Rozz, namun belum sempat mematenkan karya ciptanya, karena sedang mencari informasi tentang proses mengajukan hak cipta.

Dalam proses produksi sepatu daun jati, dia menambahkan juga melibatkan para pelaku usaha yang ahli di bidang sol sepatu di Kota Pekalongan, hingga kualitas sepatunya tidak kalah bersaing dengan sepatu yang sudah terkenal produk pabrikan lain.

“Kualitas sepatu buatannya dijamin bagus, bahkan Istri Walikota Pekalongan juga sudah memakainya,” ujar pria kelahiran 7 juli 1977 itu. (RS)

332
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>