Sebarkan berita ini:
Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG[SemarangPedia] –  Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) yang diterbitkan sejumlah kabupaten/kota di Jateng masih banyak kekurangan, sehingga berpotensi menimbulkan bencana banjir dan longsor, bahkan Perda RTRW yang telah diberlakukan perlu direvisi.

Sekretaris Komisi E DPRD Jawa Tengah Hasan Asy’ari mengatakan salah satu penyebab terjadinya bencana banjir dan longsor, akibat RTRW yang belum baik dan kurang optimal.

Menurutnya, untuk mengantisipasi terjadinya banjir dan longsor diperlukan revisi RTRW yang lebih sempurna, sehingga aturan tersebut akan tepat fungsi dalam menata pembangunan di daerahnya masing-masing.

“Tata ruang yang baik akan meminimalisir bencana alam, Problem utama adalah tata ruang yang tidak tepat fungsi. Kami mengharapkan ada revisi Perda RTRW di provinsi dan kabupaten/ kota, sehingga potensi bencana dapat diantisipasi sejak dini,” ujar politikus PKB itu, di Semarang.

Sementara, pengamat Hidrologi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang Robert J Kodoatie menuturkan perlu adanya perubahan total dalam Perda RTRW dalam penanggulangan jangka panjang  bencana.

Menurutnya, tata ruang saat ini tidak memperhitungkan mengenai cekungan air tanah (CAT) yang saat ini masih ditemukan di sejumlah kabupaten/kota, sehingga berpotensi besar terjadinya bencana longsor.

“Hampir semua bencana longsor di Jawa yang menelan banyak  korban jiwa terdapat  di lahan non CAT.  Seperti,  di Kabupaten Banjarnegara, ada longsor Sijeruk yang menewaskan 300 orang dan daerah itu merupakan wilayah non CAT, disusul pada 2014 bencana longsor terjadi di Desa Jemblung atasnya Sijeruk yang menelan korban 100 orang lebih meninggal,” tuturnya.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng menyebutkan, sebanyak 1.665 desa/kelurahan yang tersebar di 317 kecamatan di 35 wilayah kabupaten/ kota rawan banjir dan  sebanyak 1.841 desa/ kelurahan di 340 kecamatan rawan longsor. (RS)

72
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>