Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Proyek ruas tol bakal dibangun di Kota Semarang di kawasan Semarang Selatan menggantikan rencana sebelumnya jalur Outer Ring Road (SORR) yang mengalami keterlambatan sejak 1996-an hingga saat ini realisasinya tidak terwujud.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan proyek ruas tol di Kota Semarang itu, menggantikan skema rencana sebelumnya akan membangun jalur SORR, sebagai  upaya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur diwilayahnya.

Menurutnya, skema jalur SORR yang semula sebagai jalan arteri kemungkinan bakal beralih menjadi ruas tol, meski pembebasan lahan sudah dilakukan beberapa tahun terakhir oleh Pemkot.

Informasi, lanjutnya, dari Ditjen Kementerian PUPR, pengalihan skema rencana proyek jalur SORR menjadi ruas tol dipastikan akan lebih cepat realisasi pembangunan fisiknya, dibanding SORR yang belum jelas kapan pembangunan fisik dapat diwujudkan.

Hendi panggilan akrab Hendrar Prihadi itu menuturkan skema jalur SORR sebelumnya merupakan jalan arteri yang diharapkan sebagai alternatif untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Kota Semarang.

Sejak rencana akan membangun SORR itu, dia menambahkan Pemkot Semarang siap menyediakan lahan dengan terus berupaya melakukan pembebasan, sementara pembiayaan dan pekerjaan fisik dilakukan Pemerintah Pusat.

Namun, menurutnya, proyek itu bakal melambat, karena bukan prioritas Kementerian PUPR, meski detail engineering design (DED) tidak berubah untuk pembangunan SORR, termasuk lokasi jalur itu tetap Mangkang-Mijen dan menyambung Arteri Yos Sudarso Semarang.

“DED maupun lokasi pembebasan lahan tidak ada perubahan, hanya pada skema jalan arteri menjadi jalan tol, bahkan pembebasan lahan telah dilakukan Pemkot Semarang,” ujarnya.

Jika pembangunan infrastruktur jadi, lanjutnya, dipastikan fungsinya tidak berubah sesuai awal, sebagai upaya untuk mengurai kemacetan lalu lintas di wilayah Kota Semarang  yang semakin padat.

“Semua armada angkutan berat, truk-truk dan kendaraan besar akan masuk ke jalur tol itu, hingga dapat mengurangi kemacetan lalu lintas, mengingat jalur Mangkang selama ini merupakan crowded,” tuturnya.

Hendi menuturkan pemilihan skema jalur tol bakal dipilih untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, dibanding harus menunggu beberapa tahun mendatang jika tetap akan membangun jalur SORR.

“Kementerian PUPR menjanjikan mekanisme jalur tol yang paling cepat untuk pembangunan infrastruktur, dibanding jalan lainya, hingga kami akan memutuskan pengalihan rencana SORR menjadi ruas tol itu,“ ujarnya.

Dengan demikian, dia menambahkan upaya pembebesan lahan akan dilanjutkan dan mulai 2018 secara bertahap dengan pararel hingga pembangunan fisik diharapkan dapat dimulai 2019 setelah semua lahan rampung dibebaskan. (RS)

221
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>