Sebarkan berita ini:

wayang beber2SEMARANG [SemarangPedia]– Kesenian Wayang Beber kembali dipertunjukan di hadapan umum. Pasalnya sejak 2009 lalu eksistensi Wayang Beber mengalami ‘mati suri’ lantaran tak ada penerusnya yang sesuai dengan garis keturunan langsung dari sang pencipta Wayang Beber.

Dalang Mbah Sarnen yaitu sebagai pencipta Wayang Beber Kesenian khas Pacitan Jawa Timur. Kali ini dipertunjukan di hadapan umum berada di Museum Ranggawarsita Jawa Tengah.

Sang Dalang yakni Rudhi Prasetyo memperoleh lisensi khusus untuk mempertunjukkan kesenian wayang yang khas berupa sebuah beber (gulungan) atau kain yang dilukis sesuai alur jalan cerita pewayangan.

“Sebenarnya saya bukan keturunan langsung Mbah Sarnen, setelah beliau wafat kemudian dilanjutkan putranya yakni Gunocarita, dan wafat pada 2009. Saya diamanahi oleh almarhum Gunocarita untuk kembali melestarikan pamor Wayang Beber,” katanya.

Rudhi menjadi satu-satunya dalang yang mendapat kehormatan hak untuk meneruskan estafet menjadi dalang Wayang Beber.

Dikatakannya, selama ini yang boleh mendalang hanya keturunan langsung dalang, kecuali yang sudah kewahyon (yang benar-benar semestinya). Rudhi sendiri sudah dianggap sebagai anak oleh Gunocarita.

Dalam pertunjukkannya, menceritakan lakon ‘Panji Jaka Kembang Kuning’, sebuah kisah menceritakan asmara Panji Asmoro Bangun yang merajut cintanya dengan Dewi Sekartaji Putri Jenggolo. Kisah yang diceritakan melalui gulungan wayang disambut antusias para penonton yang mengunjungi musium Ranggawarsita.

Sementara, Kepala Seksi Pengkajian dan Pelestraian Museum Ranggawarsita Budi Santoso mengatakan, pertunjukan Wayang Beber merupakan upaya pelestarian budaya sebagaimana tugas museum.

“Wayang Beber akhirnya kita masukan kedalalam salah satu koleksi wayang Museum Ranggawarsita, karena keunikan serta hasil karya budaya dari masyarakat,” katanya.

Apalagi, menurutnya Wayang Beber sudah sangat langka dimainkan karena keterbatasan dalang yang secara khusus hanya seorang keturunan langsung atau yang diamanati langsung oleh generasi penerus penggagasnya.

268
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>