Sebarkan berita ini:

SEMARANG[Semarang Pedia] – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk berkode SIDO yang berlangsung Selasa (30/5), sepakat akan membagikan dividen 2018 sebesar 80% atau Rp36/lembar saham.

Dividen yang dibagikan sebesar itu, sudah dibagikan sebagai dividend interim sebesar Rp15 dan selebihnya Rp21 dibagikan sebagai dividen akhir.

Selain itu, RUPS juga memutuskan tetap menunjuk auditor independent, Ernst & Young sebagai auditor pada 2019.

Direktur Utama Sido Muncul David Hidayat mengatakan hasil RUPS yang dilakukan perusahaan di antaranya pengesahan laporan keuangan 2018 yang menunjukkan penjualan perusahaan tumbuh 7% dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 24% dibandingkan dengan periode yang sama 2017.

RUPS, lanjutnya, juga melaporkan pertanggungjawaban dana IPO yang sudah digunakan oleh perusahaan secara keseluruhan sesuai dengan yang telah direncanakan dan persetujuan gaji komisaris pada 2019.

“Persetujuan penyesuaian itu, sebagai upaya untuk kegiatan usaha perseroan sehubungan dengan telah berlakunya peraturan kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Nomor 19/2017 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2017,” ujarnya sesuai RUPS, Selasa (9/4).

Menurutnya, selama ini manejemen telah melakukan upaya meningkatkan penjualan baik lokal maupun ekspor. Selaras dengan adanya peningkatan kapasitas produksi jamu herbal likuid/ Tolak Angin dan sejenisnya serta produk baru yang telah diluncurkan.

Hingga akhir tahun lalu, tutur David, Sidomuncul berhasil meningkatkan laba bersih naik 24% menjadi Rp664 miliar dari laba sebelumnya 2017 hanya sebesar Rp533,798. Sedangkan Omset tumbuh 7% menjadi sebesar Rp2,76 triliun.

David Hidayat Direktur Utama Sido Muncul

Pertumbuhan penjualan itu, tutur David, merupakan hasil upaya manajemen dalam pembenahan distribusi yang secara signifikan dan telah berhasil meningkatkan penjualan, khususnya segmen herbal yang memberikan kontribusi terbesar selama penjualan tahun lalu.

Dampak perbaikan itu, dia menambahkan diharapkan masih terus berlanjut pada tahun ini, sehingga pertumbuhan diharapkan akan meningkat lebih baik dari yang telah dicapai 2018.

David menuturkan pencapaian kinerja manajemen Sido Muncul selama tahun lalu menunjukkan peningkatan yang signifikan, di tengah kondisi perekonomian nasional yang belum sepenuhnya pulih.

“Perusahaan mampu melakukan effisiensi dalam berbàgai hal sehingga mampu membukukan kenaikan laba bersih, bahkan eksport ke pasar Filipina menunjukan peningkatan positif sehingga ekpor perusahaan selama 2018 sudah meningkat 15% dari total omzet 2017 yang hanya 5% dari total omzet. (RS)

44
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>