Sebarkan berita ini:

8-sampahSEMARANG[Semarangpedia)  – Pemkot Semarang melalui  Dinas Pertanian meminta kepada peternak sapi maupun kambing yang memanfaatkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Jatibarang Semarang untuk makanan ternaknya, sebaiknya tidak menjual ternaknya untuk hewan kurban, karena dikhawatirkan jika dikonsumsikan akan  membahayakan bagi kesehatan manusia.

Sapi-sapi yang berjumlah hampir 2.000  ekor setiap hari di TPA Jatibatang sangat berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi oleh manusia.

Menjelang Hari Raya Idul Adha di wilayah Kota Semarang pengawasan perdagangan sapi dilakukan secara lebih selektif. Selain tidak diperkenankan sapi dari luar yang tidak memiliki rekomendasi dari Dinas Kesehatan Hewan, sapi sampah Jati barang yang tidak memiliki rekomendasi dilarang diperjual belikan

Bahkan mengandung zat kimia timbale, selain sapi-sapi tersebut juga terdapat bakteri ecoli juga mengandung cacing di organ dalam badannya, mengingat setiap harinya sapi memakan segala jenis sampah yang berada di TPA. Apabila akan dikonsumsi, sebaiknya sapi tersebut dikarantina terlebih dulu.

8-sapi-tpaAgus Junaidi, Kepala UPTD TPA Jatibarang mengatakan sapi di TPA Jatibarang terdapat kandangnya, pagi keluar, sore masuk kandang, namun setiap harinya makannya hanya sampah.

Menurutnya, untuk menghilangkan zat berbahaya yang terkandung di sel darah, daging dan organ dalam, sapi harus dikarantina minimal tiga bulan sebelum dikonsumsi. dengan memberikan makanan berupa daun-daunan dan pemberian vitamin. untuk itu, Dinas akan mengawasi sapi agar tidak dijual sebagai hewan kurban.

“Untuk dijual dipasaran sapi pemakan sampah harus dikarantina minimal tiga bulan, karena terdapat kandungan logam yang sangat berbahaya jika sapi tersebut di konsumsi manusia, ” ujarnya, Kamis. (8/9)

Da menuturkan upaya mencegah peredaran sapi pemakan sampah di masyarakat, Dinas Pertanian dan Kesehatan Hewan akan menerjunkan petugas khusus, kemudian akan membuat tempat karantina sapi pemakan sampah agar layak dikonsumsi masyarakat. (HN/RS)

 

225
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>