Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Setelah bertugas selama hampir satu tahun, Satgas Kompi Zeni Yonzipur-4/Tanpa Kawandya telah kembali dari misi percepatan pembangunan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa bumi yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Upacara penerimaan Satgas dipimpin oleh Waasops Kasdam IV/Diponegoro Letkol Inf Muhammad Ibrahim Mochtar mewakili Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari SIP MSi di Dermaga Tanjungmas Semarang, Jum’at (15/1).

Waasops Kasdam IV/Diponegoro menyampaikan bahwa Pangdam IV/Diponegoro mengucapkan terimakasih atas dedikasi dan prestasi yang diraih Satgas sehingga semua target pencapaian pembangunan dapat terselesaikan.

Menurutnya, sebanyak 100 prajurit yang terlibat dari Kodam IV/Diponegoro difokuskan untuk membuat Rumah Tahan Gempa (RTG). Konstruksi RTG ini diyakini mampu memberikan perlindungan sementara serta waktu yang cukup bagi penghuninya untuk menyelamatkan diri saat gempa terjadi.

Semua Prajurit, lanjutnya, telah berhasil menyelesaikan misi percepatan penyelesaian perbaikan dan pembangunan rumah masyarakat pada wilayah terdampak bencana gempa bumi di NTB dengan baik, berhasil, selamat dan aman.

Progress ini, dia menambahkan tentunya betul-betul bisa dirasakan oleh masyarakat dan juga diharapkan ke depan kondisi masyarakat di Lombok bisa beraktifitas normal kembali.

“Segera switch, segera rubah pola pikir, pola tindak pada saat melaksanakan tugas operasi, yang kemarin tugas operasinya perbantuan, setelah mencapai target yang sudah ditentukan, mungkin juga ada over prestasi dengan perpanjangan 6 bulan lagi, bulan Juni sampai dengan Desember sehingga target pencapaian operasi perbantuan bisa maksimal,” ujarnya.

Para Prajurit, tutur Waasops Kasdam IV/Diponegoro, setelah kembali ke satuan selain ditekankan agar menyesuaikan kembali pada norma dasar prajurit juga dihimbau agar tetap melaksanakan protokol pencegahan Covid-19.

“Di satuan melaksanakan karantina mandiri, betul-betul tingkatkan imunitas kalian, jaga kesehatan sehingga yang mungkin sudah ada tanda-tanda kurang sehat tapi saat ini belum terlihat dari alat tes rapid maupun swab, mudah-mudahan sampai 10 hari ke depan betul-betul tidak ada,” tuturnya. (RS)

 

18
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>