Sebarkan berita ini:

18-Trans Semarang1SEMARANG[SemarangPedia] – Penyidik dari Satlantas Polrestabes Semarang terus mengkorek Tony Sunawarto, sopir yang mengemudikan Bus Rapid Trans (BRT) dalam kecelakaan lalu lintas di simpang tiga Kagok Papandayan Semarang, Minggu (17/7).

Kanit Lakalantas Polrestabes Semarang AKP Sugito mengatakan penyelidikan masih menunggu kesehatan sopir BRT pulih dari pihak rumah sakit.

“Itu (operasi) jadi urusannya pihak rumah sakit. Kita tunggu saja sampai dia pulih. Karena sekarang kondisinya tidak memungkinkan jika dimintai keterangan lebih mendalam,” kata dia, Senin (18/7).

Dia menduga sopir hilang kendali hingga mengakibatkan BRT terguling. Meski begitu, petugas belum dapat menetapkan status tersangka dalam insiden tersebut.

“Pasti dapat. Karena itu tanggungan Dishub sebagai penyelenggara transportasi umum berbiaya murah di Semarang,” ujarnya, Senin, (18/7)

Rencananya, dia menambahkan penyidik akan mendatangkan saksi ahli, guna mempertajam dalam peristiwa.

“Kita sudah surati Dishub untuk menghadirkan saksi ahlinya,” tuturnya.

Berkaitan dengan pemberian santunan pada korban kecelakaan BRT, masing-masing korban pasti mendapat santunan bervariatif. Tercatat, 24 korban korban kecelakaan BRT, di antaranya 18 orang diperbolehkan menjalani rawat jalan, dan sisanya masih dirawat intensif di UGD RS Elizabeth. (RS)

86
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>