Sebarkan berita ini:

29-sriyantoSEMARANG[SemarangPedia] – Terbitnya Surat Edaran (SE) KPU RI Nomor 533/KPU/IX/2016 tanggal 27 September  perihal Perpanjangan Masa Pendaftaran Pasangan Calon dalam Pilkada 2017 dinilai waktunya sangat sempit, sehingga tidak akan berpengaruh signifikan.

Dalam SE tersebut, partai politik (parpol) di daerah dengan calon tunggal pada pilkada 2017 diperbolehkan mencabut dan mengalihkan dukungan pada pasangan lain dan diharapkan parpol mengusung pasangan lain, sehingga bisa menghindari tidak terjadi calon tunggal.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah Sriyanto Saputro mengatakan terbitnya Surat Edaran KPU RI perihal perpanjangan masa pendaftaran pasangan calon dalam Pilkada 2017 merupakan kebijakan positif untuk menghindari adanya oligarki politik.

Namun, lanjutnya, terbitnya surat edaran tersebut waktunya sangat mepet, sehingga kebijakan tersebut kurang strategis, mengingat  dalam tenggat waktu yang cukup singkat, tidak mungkin bakal calon maupun partai politik yang tergabung dalam koalisi akan maksimal dalam mempersiapkan calon untuk melakukan pendaftaran.

“Saat Surat Edaran KPU perihal Perpanjangan Masa Pendaftaran Pasangan Calon dalam Pilkada 2017 terbit pada 27 September lalu waktunya sangat singkat. Seperti tidak ada artinya. Diterbitkan SE itu, karena hanya selang waktu sekitar dua hari dikumpulkan pendaftaran bagi parpol akan kerepotan,” ujarnya kepada semarangpedia.com, di ruang Fraksi Gerindra DPRD Jateng, Kamis (29/9).

Sriyanto mengharapkan agar parpol tetap menghormati terbitnya surat edaran KPU perihal perpanjangan masa pendaftaran pasangan calon.

“Hanya persoalannya, jangan sampai setelah ada regulasi itu parpol justru  “main-main”. Seolah-olah mendukung tapi kemudian mencabut dukungan hanya pertimbangan tertentu,” tuturnya.

Seperti diketahui, Dalam SE tersebut nomor 2 huruf a disebutkan apabila disuatu daerah terdapat satu pasangan calon yang telah mendaftar pada 21-23 September, sedangkan parpol atau beberapa parpol lain yang belum mendaftar, perolehan kursinya tidak mencapai 20% atau suara tak mencapai 25%, maka pasangan calon dapat mendaftarkan kembali dengan komposisi parpol gabungan yang berbeda. (RS)

 

105
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>